Surabaya – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., mendorong Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya memperluas kolaborasi dengan Gerakan Pramuka, termasuk membuka akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa bagi Pramuka berprestasi.
Harapan tersebut disampaikan Kak Arum saat membuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) di Kampus II UNIPA Surabaya, Senin (14/9/2026).KMD berlangsung pada 14–15 dan 18–20 September 2026 dengan peserta sekitar 200 orang.
Menurut Kak Arum, kerja sama perguruan tinggi dan Gerakan Pramuka tidak seharusnya berhenti pada penyelenggaraan kegiatan. Sinergi perlu dikembangkan dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi pembina, serta pembukaan akses pendidikan bagi generasi muda Pramuka.
“Saya ingin melihat semakin banyak Pramuka berprestasi yang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program beasiswa penuh,” ujarnya.
Ia berharap UNIPA dapat menjadi salah satu rumah pendidikan bagi anggota Pramuka yang memiliki prestasi, semangat, dan potensi, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.
Bagi Kak Arum, beasiswa bukan sekadar bantuan pembiayaan pendidikan. Beasiswa merupakan kesempatan untuk membuka jalan masa depan. “Jangan sampai seorang anak yang memiliki prestasi harus berhenti bermimpi hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegasnya.
Ia menggambarkan pendidikan sebagai mata rantai kebaikan. Anak Pramuka yang memperoleh kesempatan kuliah dapat berkembang menjadi guru, ilmuwan, pengusaha maupun pemimpin, lalu kembali memberikan kontribusi kepada masyarakat. “Ketika kita memberikan pendidikan kepada satu anak, sesungguhnya kita sedang menanam satu benih masa depan,” katanya.
Kak Arum juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kampus memiliki kekuatan ilmu dan inovasi, Pramuka memiliki pengalaman serta ruang pengabdian, pemerintah menghadirkan kebijakan dan dukungan, dunia usaha membuka peluang, sementara masyarakat menjadi ruang pengamalan.
“Ketika ilmu bertemu pengalaman, ketika pengetahuan bertemu pengabdian, maka lahirlah perubahan,” ujarnya.
Ia berharap KMD di UNIPA menjadi awal dari kerja sama jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi Gerakan Pramuka, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Pusdatin Kwarda Jatim