Pramukarek.or.id – Suasana malam di pusat kota Banyuwangi pada Kamis (14/8/2025) berubah semarak dengan digelarnya Pawai Lampion dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-64. Ratusan anggota Pramuka dari berbagai gugusdepan tumpah ruah di jalan-jalan utama, membawa lampion warna-warni yang memikat mata warga.
Peserta pawai berasal dari Kwartir Ranting Banyuwangi, Giri, Glagah, Kalipuro, dan Kabat, mulai dari tingkat gugusdepan SD hingga SMA. Mereka menampilkan beragam lampion dan sepeda hias unik berbentuk bunga, lambang Pramuka, satwa, hingga ornamen budaya dan tradisi lokal. Dan turut hadir juga jajaran Forkompinda, Mabicab hingga Mabiran se-Kwarcab Banyuwangi.
Rute pawai dimulai dari depan Kantor Bupati Banyuwangi, menyusuri Jalan Ahmad Yani, melintas Simpang Lima, dan berakhir di Taman Blambangan. Kegiatan resmi dilepas Bupati Banyuwangi sekaligus Ketua Mabicab, Ipuk Fiestiandani.
“Banyuwangi malam ini seperti kanvas raksasa—langit gelap nan bersih, udara sejuk, dan di bumi kita membawa cahaya. Pawai lampion akan menerangi malam,” ujar kak Ipuk.
Ia menambahkan bahwa lampion diibaratkan sebagai cahaya hidup, sementara sepeda hias yang mengiringinya melambangkan langkah pertama dalam perjalanan.
“Pawai ini menjadi simbol bahwa di setiap tantangan selalu ada cahaya harapan yang dapat dinyalakan bersama. Keberagaman bentuk dan warna lampion mencerminkan kekayaan budaya Banyuwangi serta semangat persatuan.” Kata kak ipuk
Ipuk mengapresiasi kerja keras pembina dan anggota Pramuka dalam mempersiapkan acara ini.
“Selain memeriahkan Hari Pramuka, kegiatan ini menumbuhkan rasa bangga dan cinta pada Gerakan Pramuka, sekaligus mempererat persaudaraan dan kreativitas generasi muda,” pungkasnya. (M.C. Huda/Kwarcab Banyuwangi)