Kabupaten Malang — Sebanyak 129 Pelatih Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Malang mengikuti Pitaran Pelatih Indrakila 2025 yang dilaksanakan pada 22–23 November 2025 di Desa Ngadas hingga kawasan Bromo Hills, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini menjadi momentum pemantapan profesionalitas Pelatih yang sebelumnya telah menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan kepelatihan sejak Oktober lalu.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Kwarcab Malang Terpilih, Kak Amarta Faza, yang menegaskan pentingnya keberlanjutan peningkatan kompetensi Pelatih.
“Pelatih adalah penjaga mutu pendidikan kepramukaan. Kualitas para Pembina di gugus depan sangat ditentukan oleh keteladanan dan kemampuan Pelatih dalam mendampingi mereka,” ujarnya saat pembukaan.
Pitaran Pelatih merupakan tahapan akhir setelah para peserta mengikuti Kursus Pembina Tingkat Dasar (KPD) pada 5–10 Oktober serta pengukuhan Pelatih Indrakila pada 15–16 November 2025. Mereka juga telah menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen moral dalam menjalankan tugas kepelatihan.
Berbeda dari pelatihan yang bersifat teoritis, Pitaran ini memberikan porsi besar pada praktik lapangan, pendampingan langsung, dan refleksi. Para Pelatih Senior hadir sebagai fasilitator yang mengamati dan memberi umpan balik terhadap praktik yang dilakukan peserta.
Kapusdiklatcab Indrakila, Kak Hj. Suharmami, mengingatkan bahwa kompetensi seorang Pelatih tidak hanya diukur dari kemampuan teknis.
“Sebagai pendidik orang dewasa, Pelatih harus menjadi contoh terbaik dalam sikap, etika, dan komunikasi. Keteladanan tetap menjadi standar tertinggi,” tegasnya.
Pada malam hari, para Pelatih mengikuti renungan pengabdian di Desa Ngadas. Di tengah kesunyian pegunungan, sesi ini menjadi momen refleksi untuk meneguhkan kembali semangat melayani Gerakan Pramuka.
Hari kedua, rombongan bergerak menuju kawasan Bromo Hills untuk Praktik Upacara Besar. Lingkungan alam yang megah menjadi ruang belajar tentang kedisiplinan, rasa khidmat, hingga kesadaran akan syukur dan ketertiban.
Sekretaris Kwarcab Malang, Kak Trisno Widodo, mendorong para Pelatih untuk terus menghadirkan gagasan baru dalam mendampingi Pembina.
“Kegiatan yang kreatif, menantang, dan relevan akan menjadi daya tarik agar semangat kepramukaan kembali hidup di setiap wilayah,” katanya.
Sementara itu, Waka Binawasa Kwarcab Malang, Kak H. Tukiyar, menegaskan bahwa tugas Pelatih memiliki dampak penting meski tidak selalu terlihat di permukaan.
“Pelatih sering bekerja di balik layar. Namun, dari tangan mereka lahir Pembina yang kemudian membentuk karakter generasi muda. Integritas dan loyalitas harus terus dijaga,” ucapnya.
Melalui rangkaian KPD, pengukuhan, hingga Pitaran, Pusdiklatcab Indrakila menunjukkan kesungguhan dalam menghadirkan Pelatih yang kompeten, berkarakter, dan berkomitmen pada peningkatan mutu pendidikan kepramukaan di Kabupaten Malang.
Para Pelatih kembali dengan energi baru untuk terus mengabdi, karena pada akhirnya, seorang Pelatih dihormati bukan dari banyaknya kata, tetapi keteladanan dalam setiap tindakannya. (Binar-Kwarcab Malang)