Pramukarek.or.id – PRIGEN, JAWA TIMUR – Atmosfer Hutan Cempaka mendadak hening dan khidmat ketika ratusan pasang mata tertuju pada panggung utama. Di bawah naungan Gunung Arjuno, sejarah baru terukir. Bukan sekadar penyematan tanda peserta, momen ini menandai lahirnya entitas baru dalam pergerakan lingkungan hidup di Jawa Timur: Kader Patriot Lingkungan atau yang kini dikenal sebagai “Green Scout Hero Jatim”.
Simbolisasi Tanggung Jawab untuk Nusantara
Prosesi puncak upacara pembukaan Kemah Hijau 2025 ditandai dengan penyematan “Pin Green Scout Hero (Kader Patriot Lingkungan Hidup)” oleh Sekretaris DLH Jatim kepada perwakilan peserta. “Mohon berkenan Kakak untuk tetap berada di tempat. Penyematan Tanda Peserta dan Pin Green Scout Hero,” ujar pembawa acara, menandai transisi status para peserta dari anggota Pramuka biasa menjadi duta negara untuk lingkungan.
Penyematan ini bukan sekadar seremonial. Pin tersebut adalah simbol mandat negara yang mewajibkan pemakainya untuk menjadi garda terdepan dalam perlindungan ekosistem. Para kader ini disiapkan untuk menjadi “bapak asuh” bagi lingkungan di daerah masing-masing, mengisi kekosongan peran yang selama ini terjadi akibat dormansi organisasi.
Ikrar untuk Bumi yang Lestari
Meski tidak terucap lewat pengeras suara dalam rekaman, semangat “Ikrar” tersirat kuat dari komitmen yang dibangun. Para Green Scout Hero ini dibentuk untuk memiliki mentalitas yang tidak egois (self-center). Doktrin utama yang ditanamkan adalah kesadaran bahwa kerusakan di satu wilayah akan berdampak pada wilayah lain, sehingga kepedulian harus bersifat kolektif.
Kader-kader terpilih yang datang dari 17 Kabupaten/Kota ini tidak pulang dengan tangan kosong. Mereka dibekali misi khusus: menghidupkan kembali Saka Kalpataru di cabang masing-masing dan menjadi inisiator pengendalian kerusakan lingkungan. Mereka adalah jawaban atas tantangan zaman di mana isu perubahan iklim dan pencemaran membutuhkan respons cepat, taktis, dan terstruktur dari generasi muda.
Dengan lahirnya angkatan pertama Patriot Lingkungan di tahun 2025 ini, Jawa Timur kini memiliki “pasukan khusus” yang siap diterjunkan ke garis depan—bukan dengan senjata, melainkan dengan bibit pohon, inovasi pengelolaan limbah, dan edukasi masif kepada masyarakat.
Pusdatin Kwarda Jatim