Pramukarek.or.id – Sidoarjo, 19 Desember 2025 – Memasuki usia pengabdian yang ke-42 tahun, Satuan Karya Pramuka (Saka) Wanabakti terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak kader rimbawan muda yang tangguh. Sebagai bentuk refleksi dan akselerasi kinerja, jajaran Pimpinan Saka (Pinsaka) menggelar kegiatan pembinaan serta penguatan organisasi yang melibatkan unsur Pamong, Instruktur, dan Dewan Saka, pada tanggal 18-20 Desember 2025
Momen peringatan HUT ke-42 ini terasa istimewa dengan kehadiran para pemangku kepentingan utama sektor kehutanan di Jawa Timur. Tampak hadir Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, perwakilan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, serta jajaran Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Timur.
Kehadiran para pimpinan instansi kehutanan ini menegaskan dukungan penuh terhadap eksistensi Saka Wanabakti sebagai wadah pembinaan generasi muda di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Jumadi, M.MT, selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka dalam sambutannya menekankan pentingnya peran Pramuka dalam menjaga kelestarian ekosistem. Menurutnya, usia 42 tahun adalah fase kematangan organisasi yang harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Saka Wanabakti adalah garda terdepan dalam regenerasi tenaga rimbawan. Melalui pembinaan dan penguatan organisasi ini, kita harapkan sinergi antara Pamong, Instruktur, dan Dewan Saka semakin solid. Tantangan lingkungan ke depan semakin kompleks, sehingga kita butuh organisasi yang kuat dan adaptif, selain itu beliau menambahkan jika anggota Pramuka Wanabakti harus hadir ditengah masyarakat dan membantu menjaga, mengedukasi masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan hutan” ujarnya di sela-sela acara.
Agenda utama kegiatan ini difokuskan pada penyamaan persepsi dan strategi pembinaan. Forum diskusi digelar untuk menjembatani komunikasi antara unsur dewasa (Pinsaka, Pamong, Instruktur) dengan unsur peserta didik (Dewan Saka). Hal ini dilakukan untuk memastikan program kerja yang disusun tidak hanya sekadar seremonial, tetapi memiliki dampak nyata bagi pelestarian hutan di Jawa Timur. Selain itu, pada kegiatan ini juga di luncurkan program Wanabakti Online.
Sementara itu, perwakilan dari BKSDA Jawa Timur dan Perhutani Divre Jatim turut memberikan apresiasi dan masukan teknis terkait peluang kolaborasi program. Dukungan fasilitas dan kepakaran dari instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan kompetensi anggota Saka Wanabakti, baik dalam hal konservasi, rehabilitasi hutan, maupun pemanfaatan hasil hutan yang lestari.
Perayaan HUT ke-42 ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh jajaran untuk terus memegang teguh Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan, serta tekad untuk mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera melalui gerakan kepramukaan.
Pewarta : Rifki Maulana
Pusdatin Kwarda Jatim