Cibubur Jakarta – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan Buku Sejarah Kepanduan Daerah Tingkat Nasional pada 28 – 30 Oktober 2024 di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 58 orang utusan perwakilan 17 Kwarda, 8 Kwarcab se Jabodetabek dan Pengurus Kwarnas. Utusan Kwarda Jawa Timur sebanyak 2 orang yaitu Kak Iwan Wahyu Widayat Andalan Kwarda Jatim dan Achmat Maskurochman Kasub Bag Humas Kwarda Jatim.
Bimtek dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso didampingi Pimpinan dan Pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka.
Dalam sambutannya Kak Budi Waseo menyampaikan kepada peserta bimtek bahwa saat ini generasi muda banyak tidak tahu sejarah yang sebenarnya seperti apa, sehingga tidak punya kebanggaan terhadap Gerakan Pramuka.
“Jangan sampai ada yang membelokkan sejarah. Momentum ini bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, bahwa tahun 1928 sudah ada keterlibatan pandu-pandu yang mengikrarkan sumpah pemuda. Sehingga pada tahun 1961 disatukan menjadi Gerakan Pramuka” ungkap Kak Buwas sapaan akrabnya.
“Kita harus menuliskan sejarah Gerakan Pramuka dengan baik dan benar. Saksi sejarah dan pelaku sejarah dapat menuangkan fakta yang sebenarnya. Di jaman modern sejarah tidak boleh dilupakan, karena bangsa yang hebat adalah yang menghargai sejarah pendahulunya”jelas Kak Buwas.
Kak Buwas mengatakan penerimaan pemuda terhadap sumpah oemuda saat ini tidak sesuai harapan pada tahun 1928 yang lalu.
“Saat ini penerimaan sumpah pemuda saat ini oleh pemuda tidak dimaknai seperti pada tahun 1928 yang lalu. Mumpung kita sekarang disini, sebagai pelaku sejarah Kepramukaan. Ini penting sebagai wujud investasi kepasa negara dengan pembangunan karakter melalui sejarah pendahulunya. Tujuannya membangun dunia yang lebih baik. Mari Kakak, nilai luhur tersebut harus kita hargai” terang Kak Buwas.
Kak Buwas berharap peserta mampu meninggalkan sejarah Gerakan Pramuka yang benar.
“Saya minta kepada peserta, dengan materi yang akan dilalui selama 3 hari kedepan mampu menuliskan sejarah Gerakan Pramuka yang benar, menjadi buku Sejarah Kepanduan Daerah. Agar generasi muda bangsa Indonesia memiliki kebanggaan, untuk kemajuan Gerakan Pramuka di masa mendatang” kata Kak Buwas.
Terakhir Kak Buwas mengatakan Jangan sampai memaksakan pemikiran tanpa fakta yang mendukung. Harus benar dan lengkap apa yang disampaikan.
Peserta akan melaksanakan kegiatan Teknik Pengumpulan Data untuk Penulisan Sejarah, Pengenalan Historiografi (Prinsip, Jenis dan Metode Penulisan Sejarah), dan materi Perpustakaan Nasional dan buku-buku Sejarah Kepramukaan Indonesia. Peserta juga akan membahas tentang Pengenalan Pengumpulan Data dan Penulisan Sejarah Kepanduan, Praktik Latihan Menulis Sejarah Kepramukaan di Daerah Masing-masing dan juga Pembentukan Tim Penulisan Sejarah Kepramukaan di Daerah Masing-masing.
Pusdatin Kwarda Jatim