Mojokerto — Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (Pertida) VII Jawa Timur 2025 tak hanya menjadi ajang pendidikan dan penguatan karakter bagi generasi muda, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Sejumlah kegiatan bakti dilaksanakan oleh para peserta Pertida, menjadikan perkemahan ini sebagai wahana pengabdian dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di sekitar lokasi Bumi Perkemahan Alas Soeko, Sukosari, Kecamatan Trawas, Mojokerto.
Kegiatan bakti yang menjadi sorotan tahun ini mencakup inspeksi lingkungan permukiman warga, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penyuluhan tentang obat tradisional dan dagusibu (daftar guna simpan buang obat). Ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur terjun langsung ke masyarakat, membawa semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi.
Inspeksi Lingkungan: Edukasi dan Aksi Nyata
Dalam kegiatan bakti inspeksi lingkungan, peserta Pertida mengunjungi rumah-rumah warga untuk memeriksa kebersihan lingkungan, potensi jentik nyamuk, serta melakukan edukasi tentang pentingnya menjaga sanitasi demi mencegah penyakit.
Kegiatan ini disambut hangat oleh masyarakat, terutama karena dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan edukatif.
Cek Kesehatan Gratis: Akses Layanan untuk Semua
Sementara itu, dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat dapat memeriksakan tekanan darah, kadar gula, dan keluhan kesehatan ringan secara cuma-cuma.
Didampingi oleh tenaga kesehatan, para peserta Pertida yang telah dibekali pelatihan dasar kesehatan melakukan pelayanan secara sistematis dan humanis.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari semangat Pramuka Peduli,terutama dalam memberikan akses layanan kesehatan dasar kepada masyarakat pelosok yang mungkin belum terjangkau fasilitas medis secara optimal.
Obat Tradisional dan DAGUSIBU: Kembali ke Alam, Bijak Gunakan Obat
Kegiatan penggunaan obat tradisional dan edukasi DAGUSIBU menjadi bagian penting dari upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Peserta Pertida memperkenalkan berbagai tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe, kunyit, dan sereh, serta cara meramunya secara sederhana.
Selain itu, masyarakat juga diberi pemahaman tentang cara menyimpan obat yang benar, membaca tanggal kedaluwarsa, serta cara membuang obat yang sudah tidak layak konsumsi.
Pesan utama dari kegiatan ini adalah bagaimana kearifan lokal dan pengetahuan ilmiah bisa berjalan beriringan, menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan obat yang tepat dan aman.
Kegiatan bakti dalam Pertida VII Jawa Timur 2025 tak hanya memberi manfaat besar bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Mereka belajar bahwa menjadi Pramuka bukan sekadar berkegiatan di hutan atau lapangan, tapi juga harus hadir dan bermanfaat bagi lingkungan sosial di sekitarnya.
Dengan mengedepankan semangat “Bakti Tanpa Henti”, Pertida Jawa Timur 2025 membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan adalah sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian, pengabdian, dan tanggung jawab sosial kepada generasi muda.
Kegiatan bakti yang dilaksanakan secara langsung di tengah masyarakat menjadi langkah kecil namun bermakna menuju Indonesia yang lebih sehat, bersih, dan berdaya.
Melalui kegiatan seperti ini, Pramuka Saka Bakti Husada Jawa Timur tidak hanya mendidik, tetapi juga memberi harapan dan semangat baru kepada masyarakat, bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana, saling peduli.
Pusdatin Kwarda Jatim