Pramukarek.or.id – Sabtu pagi (9/8/2025), Pantai Pulau Santen berubah menjadi lautan seragam cokelat Pramuka. Ratusan lebih anggota Pramuka dari Kwarran Banyuwangi berbaris rapi, bukan untuk upacara, melainkan menyisir pesisir pantai dengan membawa kantong plastik, sarung tangan, dan semangat cinta alam. Aksi ini digelar untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 dan Hari Pramuka ke-64.
Sekitar 800 anggota berasal dari tingkat Siaga hingga Pandega, Kamabigus, pengurus Kwarran, hingga perwakilan Kwartir Cabang Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat edaran Kwarda Jawa Timur yang menetapkan tiga lokasi aksi bersih pantai di Banyuwangi, yaitu salah satunya di pantai Pulau Santen.
Waka Binawasa Kwarcab Banyuwangi, Kak Suratno, yang membuka kegiatan, menegaskan pentingnya aksi nyata melindungi lingkungan. “Pramuka harus menjadi teladan. Sampah plastik adalah musuh bersama yang mengancam laut dan kehidupan di dalamnya,” ujarnya.
sampah yang terdampar di pantai sebagian besar berasal dari sungai dan berpotensi merusak ekosistem laut. Mikroplastik yang dimakan ikan dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia dan hewan di darat.
Panitia kegiatan, Kak Syafiil Anam, menyebut kegiatan ini sebagai pendidikan karakter gerakan Pramuka di lapangan. Bersih pantai bukan sekadar memungut sampah melainkan latihan tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian sosial terhadap lingkungan,
”Semangat peserta terlihat sejak awal. Anak-anak berlari kecil menyisir pasir, beberapa membawa perlengkapan dari rumah. Tawa dan teriakan riang bercampur dengan bunyi ombak, menciptakan suasana kerja bakti yang penuh energi”ujarnya.
“Dengan mengusung nilai Dasa Dharma Pramuka poin kedua, aksi ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan demi laut Banyuwangi yang lebih bersih.” Imbuh kak Anam (M.C. Huda/Kwarcab Banyuwangi)
Pusdatin Kwarda Jatim