SURABAYA — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Gerakan Pramuka Jawa Timur, nilai tersebut memiliki keterkaitan erat dengan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka yang menjadi landasan pembentukan karakter setiap anggota Pramuka.

Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persatuan, kesetiaan kepada negara, semangat gotong royong, serta pengabdian kepada masyarakat merupakan nilai yang perlu terus dijaga dan diwujudkan oleh generasi muda.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan Tri Satya, khususnya tekad anggota Pramuka untuk menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila.

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan secara nyata melalui Dasa Darma Pramuka. Dasa Darma mengajarkan anggota Pramuka untuk bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mencintai alam dan sesama, memiliki jiwa patriot yang sopan dan kesatria, taat dan suka bermusyawarah, rela menolong dan tabah, rajin, terampil dan gembira, hemat, cermat dan bersahaja, disiplin, berani dan setia, serta bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

Bagi Pramuka Jawa Timur, nilai-nilai tersebut bukan sekadar dihafalkan dalam kegiatan kepramukaan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Semangat “Patriot yang sopan dan kesatria” misalnya, dapat menjadi cerminan kecintaan terhadap bangsa sekaligus penghormatan terhadap keberagaman. Sementara nilai “Rela menolong dan tabah” menjadi landasan bagi anggota Pramuka untuk hadir membantu masyarakat ketika terjadi bencana, melakukan kegiatan sosial, maupun menjalankan berbagai bentuk pengabdian.

Demikian pula nilai “Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan” menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang memiliki integritas di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

Pancasila dan Pramuka, Dua Nilai yang Hidup dalam Pengabdian

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., dalam berbagai program Kwarda Jatim terus mendorong agar Gerakan Pramuka tidak berhenti pada aktivitas seremonial, tetapi hadir melalui pendidikan karakter dan pengabdian nyata kepada masyarakat.

Semangat itu tercermin dalam berbagai kegiatan Pramuka Jawa Timur, mulai dari pengabdian masyarakat, kepedulian lingkungan, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan Pramuka Produktif.

Dalam konteks Hari Kesaktian Pancasila, berbagai aktivitas tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi anggota Pramuka untuk menerjemahkan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Tri Satya menjadi janji, sementara Dasa Darma menjadi pedoman perilaku. Pancasila menjadi nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketiganya dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli, mandiri, dan memiliki semangat pengabdian.

Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman

Jawa Timur memiliki keberagaman masyarakat, budaya, bahasa, dan karakter daerah. Kondisi tersebut menjadi ruang pembelajaran yang sangat relevan bagi Gerakan Pramuka untuk terus menanamkan semangat persaudaraan dan persatuan.

Melalui kegiatan kepramukaan, anggota dari berbagai daerah bertemu, belajar bersama, bekerja sama, dan membangun persaudaraan. Nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancasila yang menempatkan persatuan sebagai bagian penting dalam kehidupan bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila karena itu dapat dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kembali komitmen anggota Pramuka agar menjadi generasi yang tidak hanya memahami nilai kebangsaan, tetapi mampu mengamalkannya melalui karya dan pengabdian.

Dari gugus depan hingga kwartir, dari kegiatan sosial hingga aksi lingkungan, dari ketahanan pangan hingga kegiatan produktif, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi sesama.

Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia bukan hanya tugas generasi masa lalu. Ia merupakan tanggung jawab setiap generasi untuk terus merawat persatuan, mengamalkan Pancasila, dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa.

Bagi Pramuka Jawa Timur, semangat itu dapat dirangkum dalam satu tekad: “Satya kujalankan, Darma kuamalkan, Pancasila kuteguhkan, Indonesia kubaktikan.”

Selamat Hari Kesaktian Pancasila.
Mari terus meneguhkan Pancasila melalui Tri Satya, mengamalkan Dasa Darma, dan mengabdikan diri untuk Indonesia.

Pusdatin Kwarda Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *