KOTA KEDIRI — Semangat pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka kembali hadir dengan cara yang kreatif dan dekat dengan dunia anak. Kota Kediri menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang menjadi lokasi launching dan sosialisasi Film Pramuka, yang digelar di CGV Kediri Mall, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan perdana ini diikuti oleh 286 Pembina Pramuka se-Kota Kediri. Antusiasme para pembina menjadi gambaran bahwa film dapat menjadi salah satu media alternatif untuk memperkenalkan dan menguatkan nilai-nilai kepramukaan kepada generasi muda.
Hadir mewakili Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL. Ketua Kwarda Jatim Kak Dr. H. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si., menjabat sebagai Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, menegaskan bahwa Pramuka memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda. “Satu kalimat kunci, Pramuka itu pembentukan karakter yang murah meriah,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai aktivitas dalam kepramukaan sejatinya merupakan bagian dari proses pendidikan karakter. Bahkan, kegiatan sederhana seperti bernyanyi dalam Pramuka memiliki tujuan pendidikan, salah satunya membangun ekspresi yang gembira dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
“Pramuka saat nyanyi itu sarana pendidikan dengan tujuan karakter, ekspresi gembira. Saya ingin Kakak dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan lebih semangat lagi, karena Kota Kediri adalah lokasi launching perdana pemutaran dan sosialisasi Film Pramuka di Jawa Timur,” katanya.
Sementara itu, Kak Amanda Latief, Direktur PT Alamanda Production, menjelaskan bahwa film tersebut dirancang untuk menghadirkan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka melalui cerita yang sederhana, ringan, dan mudah dipahami anak-anak. “Di dalam film ini, Dasa Darma Pramuka kami hadirkan dengan cara yang sederhana, ringan, dan mudah dipahami oleh anak-anak, termasuk mereka yang mungkin belum aktif menjadi anggota Pramuka,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pendidikan karakter tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, keberanian, kepedulian, kerja sama, cinta lingkungan, hingga sikap saling menolong dapat ditanamkan melalui cerita dan pengalaman yang menyenangkan. “Karena itulah, melalui Film Pramuka, kami berharap anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kebaikan yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Kak Amanda.
Senada dengan hal tersebut, Kak Adi Sutrisno, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri, menyampaikan pesan Wali Kota Kediri bahwa Film Pramuka dapat menjadi sarana untuk mengenalkan karakter positif kepada generasi muda. “Film Pramuka ini mengajarkan nilai berani, kompak, saling menolong, dan mengambil keputusan di situasi yang sulit. Itulah cerminan Gerakan Pramuka,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran film tersebut mampu menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan tuntunan bagi anak-anak dan generasi muda. “Semoga Film Pramuka bisa menjadi tontonan yang seru sekaligus tuntunan menjadi pribadi yang lebih berani dan cinta Indonesia,” harapnya.
Peluncuran perdana di Kota Kediri ini menjadi langkah awal untuk membawa pesan kepramukaan melalui media yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Film diharapkan mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai luhur Gerakan Pramuka dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.
Sebab, Pramuka bukan sekadar seragam, tepuk tangan, atau kegiatan di alam terbuka. Pramuka adalah proses membentuk karakter dan kini pesan itu hadir melalui layar lebar dengan cara yang lebih dekat, seru, dan menyenangkan bagi generasi muda.
Pusdatin Kwarda Jatim

