GRESIK (20/8/2026) — Upaya menanamkan nilai moral kepada generasi muda melalui media yang relevan dan modern terus digencarkan. Memanfaatkan momentum Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional XII 2026, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur mendukung penuh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gresik dalam memfasilitasi penayangan bersama film edukasi bertajuk “PRAMUKA” di CGV Icon Mall Gresik. Antusiasme positif ini terlihat jelas dari kehadiran para pembina dan anggota Pramuka yang memadati area bioskop.
Penayangan film kolaborasi resmi antara Alamanda Pictures dan Kwartir Nasional (Kwarnas) ini mendapat perhatian khusus dari berbagai pemangku kepentingan di daerah. Acara nonton bersama ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik Kak H. Muhammad Ali Faiq, M.H.I., Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwarcab Gresik Kak Dr. Suprihasto, S.H., M.Hum., perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Kolaborasi lintas instansi ini menunjukkan kesepakatan bersama bahwa film dapat menjadi sarana penyebaran nilai-nilai kepanduan yang efektif dan mudah diterima oleh anak-anak.
Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan rumah produksi Alamanda Pictures, dilanjutkan dengan pesan dan arahan dari Kepala Dinas Pendidikan serta Kepala Kemenag Kabupaten Gresik. Mereka menyoroti bagaimana film arahan sutradara Alex Latief ini sukses menerjemahkan teori kepramukaan ke dalam praktik kehidupan nyata. Melalui kisah petualangan Panji dan regu Tunas Pramuka yang harus menyelamatkan diri dari situasi krisis di hutan, penonton disuguhkan bukti nyata bagaimana nilai Dasa Dharma sangat berguna untuk memecahkan masalah sehari-hari.
Menjabarkan lebih dalam visi edukasi tersebut, Direktur PT. Alamanda Production, Kak Amanda, dalam intisari sambutannya menegaskan bahwa film “PRAMUKA” dihadirkan bukan sekadar sebagai tontonan, melainkan sebagai jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan, keluarga, dan Gerakan Pramuka. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui buku dan ruang kelas, namun harus hadir lewat pengalaman dan cerita yang menginspirasi. Melalui pendekatan yang menyenangkan, film ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai Dasa Darma seperti keberanian, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama kepada generasi muda. Rangkaian kegiatan sosialisasi ini juga turut dibuka dan didukung langsung melalui sambutan Kak Dr. Suprihasto, S.H., M.Hum. (yang pada kesempatan ini mewakili Ketua Kwarcab Gresik), Kak H. Muhammad Ali Faiq, M.H.I., serta perwakilan Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, yang pada intinya menyambut hangat dan mengapresiasi penuh inisiatif penayangan film edukasi ini.

Dalam momen sambutan tersebut, Kak H. Muhammad Ali Faiq, M.H.I. selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik menyampaikan sebuah catatan penting yang menginspirasi para peserta. Beliau menekankan bahwa ilmu dan kemandirian yang dilatih dalam Gerakan Pramuka sangat aplikatif dan relevan dengan kegiatan di lingkungan Kemenag, salah satu contoh nyatanya adalah manajemen massa dan kemampuan bertahan hidup yang sangat dibutuhkan saat pelaksanaan ibadah haji. Melihat besarnya manfaat taktis dari ilmu kepanduan tersebut, beliau menegaskan bahwa ke depannya kegiatan Pramuka akan diwajibkan di seluruh tingkatan lembaga pendidikan madrasah.
Fasilitasi masif yang didorong oleh Kwarda Jatim hingga ke tingkat Gugus Depan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas atau lapangan terbuka. Melalui pendekatan kreatif seperti penayangan film “PRAMUKA”, nilai-nilai kepanduan, kepemimpinan, dan kerja sama tim berhasil disampaikan dengan cara yang segar, menghibur, sekaligus berbobot bagi seluruh anggota Pramuka Penggalang (SMP/MTs/Sederajat) dan Penegak (SMA/SMK/MA/Sederajat) di wilayah Gresik.
Pusdatin Kwarda Jatim

