BONDOWOSO — Penguatan kualitas Gerakan Pramuka di satuan pendidikan tidak hanya bergantung pada aktivitas peserta didik dan pembina, tetapi juga membutuhkan dukungan kuat dari Majelis Pembimbing Gugus Depan. Atas dasar itu, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Maesan menyelenggarakan Kursus Orientasi Majelis Pembimbing pada 3 September 2026 di Aula Kwartir Ranting Maesan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan atau Kamabigus dari pangkalan SD dan SMP. Kursus diarahkan untuk memperkuat kapasitas Kamabigus agar mampu menjalankan perannya secara lebih efektif dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di masing-masing gugus depan.

Empat sasaran utama menjadi fokus kegiatan, yakni meningkatkan pemahaman Kamabigus terhadap regulasi Gerakan Pramuka, membangun sinergitas di lingkungan gugus depan, mendorong aktifnya kegiatan gugus depan, serta memperkuat peran kepramukaan dalam menanamkan karakter unggul kepada peserta didik.

Penguatan terhadap Kamabigus dinilai memiliki nilai strategis karena posisi Majelis Pembimbing berada pada titik penting dalam tata kelola gugus depan. Dukungan kelembagaan yang kuat dapat membantu pembina dan peserta didik memperoleh ruang yang lebih baik untuk menjalankan kegiatan kepramukaan secara aktif, terarah, dan berkelanjutan.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang Gerakan Pramuka Bondowoso, Kak Achya, hadir sekaligus memandu rangkaian kegiatan. Ia menekankan pentingnya peningkatan pemahaman Kamabigus agar keberadaan Majelis Pembimbing benar-benar memberikan penguatan terhadap kualitas kegiatan di gugus depan.

“Kursus ini merupakan kegiatan yang ditujukan agar para Kamabigus semakin memiliki pemahaman yang kuat dalam mendampingi kegiatan kepramukaan di gugus depannya, dan memberikan dampak pada peningkatan kualitas Gerakan Pramuka,” ujar Kak Achya.

Kursus tersebut juga dihadiri unsur Majelis Pembimbing Ranting atau Mabiran yang terdiri atas Camat, Kapolsek, dan Danramil. Kehadiran unsur Mabiran memperlihatkan pentingnya dukungan lintas unsur dalam membangun ekosistem pembinaan Gerakan Pramuka di tingkat wilayah.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan empat materi utama, yaitu Fundamental Gerakan Pramuka, Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan atau PDK/MK, tugas pokok dan fungsi Majelis Pembimbing, serta studi kasus.

Materi Fundamental Gerakan Pramuka memberikan landasan mengenai arah dan tujuan pembinaan, sedangkan PDK/MK membantu peserta memahami prinsip dan metode yang menjadi dasar proses pendidikan kepramukaan.

Pemahaman tersebut kemudian diperkuat melalui materi tugas pokok dan fungsi Majelis Pembimbing. Bagian ini menjadi penting karena Kamabigus memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung keberlangsungan kegiatan gugus depan.

Sementara itu, sesi studi kasus memberikan ruang bagi peserta untuk melihat berbagai situasi yang dapat muncul dalam pengelolaan gugus depan serta memahami bagaimana peran Majelis Pembimbing dapat dijalankan dalam menghadapi persoalan tersebut.

Kursus Orientasi Majelis Pembimbing ini sekaligus menegaskan bahwa penguatan Gerakan Pramuka perlu dilakukan dari sisi tata kelola dan kepemimpinan organisasi. Gugus depan yang aktif membutuhkan sinergi antara Kamabigus, pembina, satuan pendidikan, serta struktur kwartir.

Dalam konteks satuan pendidikan, penguatan gugus depan juga berkaitan dengan proses pembentukan karakter peserta didik. Gerakan Pramuka menjadi salah satu ruang pendidikan yang dapat digunakan untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta berbagai karakter unggul lainnya.

Karena itu, peningkatan kapasitas Kamabigus tidak berhenti pada pemahaman administratif ataupun regulasi organisasi. Peran tersebut diharapkan berujung pada terciptanya gugus depan yang lebih aktif dan memiliki kemampuan lebih kuat dalam menjalankan fungsi pendidikan kepramukaan.

Melalui Kursus Orientasi Majelis Pembimbing ini, Kwartir Ranting Maesan mendorong agar Kamabigus memiliki pemahaman yang semakin kokoh mengenai posisi dan tanggung jawabnya. Dengan dukungan Mabiran serta pendampingan Pusdiklat Cabang Gerakan Pramuka Bondowoso, penguatan kepemimpinan di tingkat gugus depan diharapkan menjadi salah satu pijakan bagi peningkatan kualitas Gerakan Pramuka.

Pusdatin Kwarda Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *