KEDIRI – Alam terbuka kembali menjadi ruang belajar bagi Pramuka Penegak MAN 4 Kediri. Melalui kegiatan Bakti Route Alam Laksana (BARALAKSA) 2026, peserta didik kelas XI diajak menguji keterampilan, ketangguhan mental, sekaligus menerapkan nilai-nilai kepramukaan secara langsung di lapangan.
Kegiatan ini bukan hanya perjalanan menempuh jarak puluhan kilometer. BARALAKSA menjadi sarana pembelajaran nyata untuk membentuk pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.
Rute perjalanan dimulai dari salah satu rumah pembina Pramuka di Desa Karang Tengah menuju Wisata Alas Jati, Kandangan, dengan memanfaatkan kompas sebagai alat navigasi. Para peserta menempuh jarak sekitar 12 kilometer saat perjalanan berangkat dan sekitar 18 kilometer ketika perjalanan pulang.
Perjalanan dimulai sejak pukul 04.00 WIB. Dengan berbekal arah perjalanan yang telah ditentukan dan keterampilan navigasi darat, peserta menyusuri rute hingga tiba di Wisata Alas Jati sekitar pukul 09.00 WIB.Sebelum pemberangkatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan kompas. Mereka terlebih dahulu melakukan pemanasan, kemudian mencatat arah perjalanan sebagai pedoman dalam menentukan rute.
Menariknya, pemberangkatan peserta dilakukan dengan mekanisme pertanyaan untuk setiap sangga. Sangga yang mampu menjawab pertanyaan terlebih dahulu mendapatkan kesempatan untuk berangkat lebih awal. Pola ini tidak hanya menguji pengetahuan kepramukaan, tetapi juga membangun semangat belajar, kekompakan, dan kesiapan setiap anggota.
Sesampainya di lokasi tujuan, peserta diberikan waktu untuk beristirahat sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan.
BARALAKSA 2026 sekaligus menjadi praktik nyata bahwa keterampilan kepramukaan tidak cukup hanya dipahami melalui teori di dalam kelas. Navigasi darat, membaca arah, mengambil keputusan, menjaga stamina, hingga membangun komunikasi dalam kelompok merupakan keterampilan yang akan lebih bermakna ketika dipraktikkan langsung di alam terbuka.
Nilai tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan kepramukaan yang menempatkan alam sebagai salah satu media pembelajaran. Tantangan perjalanan menjadi ruang bagi peserta untuk belajar mengendalikan diri, memecahkan persoalan, serta mengambil keputusan secara tepat.
Di sepanjang perjalanan, nilai Dasa Darma Pramuka juga menjadi pedoman. Semangat bertanggung jawab, disiplin, cinta alam, rela menolong, serta mampu menjaga kebersamaan menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter peserta.
“Terima kasih setinggi-tingginya kepada panitia yang telah bekerja keras dan seluruh peserta yang tampil luar biasa. BARALAKSA bukan sekadar menyelesaikan rute, tetapi langkah awal membentuk karakter. Terapkan nilai Dasa Dharma dan kebersamaan ini dalam kehidupan sehari-hari di madrasah,” ujar Pembina Pramuka MAN 4 Kediri.
Lebih dari sekadar perjalanan sejauh puluhan kilometer, BARALAKSA 2026 menghadirkan pesan penting bahwa setiap langkah di alam dapat menjadi proses pendidikan karakter. Ketika peserta belajar menentukan arah dengan kompas, sesungguhnya mereka juga sedang belajar menentukan arah dalam kehidupan: berani mengambil keputusan, bertanggung jawab terhadap pilihan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi rintangan.
Melalui kegiatan ini, MAN 4 Kediri berharap tumbuh generasi Pramuka Penegak yang kuat karakter, tangguh secara mental dan fisik, memiliki kecakapan hidup, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.
BARALAKSA 2026 pun menjadi salah satu langkah nyata MAN 4 Kediri dalam menyiapkan generasi Pramuka yang tidak hanya terampil di lapangan, tetapi juga memiliki kepedulian, kepemimpinan, kemandirian, dan semangat pengabdian untuk terus berkarya dan berprestasi, dari tingkat kabupaten hingga nasional.
Pusdatin Kwarda Jatim