DALEGAN 10 agustus 2026. Pagi yang cerah di hari senin doa pagi bersama murid madrasah di halaman. Bapak ibu guru bersalaman menyambut mutid untuk memulai belajar. Setelah doa di pimpin oleh petugas, kak nira memberikan pengumuman sekaligus pelepasan peserta jamnas XII 2026. Mari mengenal 2 srikandi MTs al khoiriyah 1 Dalegan.
2 siswi ini memiliki keunggulan di bidang hafalan Al Qur’an. Keseharian mereka selain belajar dan menghafal, mereka mengikuti kepramukaan. Acara pelapasan yang singkat ini di saksikan oleh murid2 dari kelas 1 madrasah ibtidaiyah hingga kelas 6, dan kelas 7-9 madrasah tsanawiyah.
Guru dan kepala sekolah ikut hadir semuanya, menyaksikan 2 murid yang selama ini beliau tempa di gudep melangkahkan kakinya lebih jauh di bentangan rumput buper cibubur jakarta timur. Dalam suasanya itu nampak salah satu guru yang hampir meneteakan air mata karena bapak ibu guru tahu persis 2 srikandi ini benar-benar berasal dari keluarga kecil, orang tua pun hanya seorang ibu tukang bersih-bersih di madrasah, dan salah satu dari mereka hanya ikut nenek dikarenakan ibu telah wafat saat dia berusia 1tahun.
Latar belakang keluarga yang kecil tak membuat nyali mereka ikut kecil. Asyifa dan devira bertekad bisa maju hingga ke tingkat nasional. Pembina sempat memflashback saat usaha mereka di uji SKU SKK setiap hari dipukul 14.00wib siang, disaat semua beristirahat. Mereka berdua datang menempa diri bersama pembina. Hingga tercapai pramuka Garuda yang prosesnya pun tidak seperti membalikkan telur di wajan penggorengan. Mereka tetap berjuang sampai titik penghabisan.
Dalam kesempatan itu pula kamabigus kak taufiqil isnaini memohon kepada bapak ibu serta murid2 mendoakan agar kegiatan ini berjalan lancar, selalu dalam keadaan sehat, serta kembali lagi ke gugus depan , membagi ilmu yang didapatkan, pengalaman yang bs ditularkan ke adik2nya. Salah satu guru menyemangati devira dan asyifa dengan ucapan “kalian pasti bisa dan hebat”.
Sorak bersahutan saat kak taufiqil memakaikan atribut jamnas. Dan adik2 yang mnyaksikan pun ada yang berteriak “kak devira asyifa bawakan pulang udara cibubur ya”, “kak devira bawakan pulang rumput lapangan cibubur ya”. Keceriaan nampak dalam raut wajah warga madrasah pagi tadi.
Pembina yang mengantar mereka proses pendaftaran hingga latihan fisik di gudep, latihan di kwarcab Gresik, ikut meneteskan air mata dan haru menyaksikan 2 adiknya akan berangkat ke jambore nasional. Kakak pembina pun ikut menyampaikan “dulu kakak belum sempat ikut jamnas karena kendala dana, saat ini kalian kakak antarkan sampai jamnas XII dan insyaallah kakak akan mengikuti kalian kesana tgl 15 agustus mendatang, untuk ikut meliput kegiatan di jamboree nasional.
Asyifa dan devira berjabat tangan dengan semua guru dan siswa yang hadir. Mereka menyampaikan tidak ada usaha yang menghianati, apapun yang diarahkan pembina dan guru adalah hal yang harus kita lakukan, karena beliau tidak akan menjerumuskan kita ke hal yang tidak baik. Beliau akan mengarahkan kita sesuai dengan apa yang kita cita-citakan.
Kegiatan yang beberapa hari terakhir di gaungkan di beberapa sosial media ini menambah aura semangat yang muncul disetiap menikmat sosmed. Jadi setiap murid tahu dibebrapa sekolah pun sekarnag sedang melepaskan murid2 terbaiknya untuk mengikuti kegiatan 5 ahunan ini.
Diakhir kegiatan pelepasan dan doa bapak ibu guru sesi foto yang nampak resmi pun menjadi gembiara euforia di tengah lapangan madrasah al khoiriyah Dalegan. Semoga kelak murid kami menjadi peserta di jambore nasional yang akan datang. (Nirafiyatur Risa Pramuka jurnalis jatim)
Pusdatin Kwarda Jatim

