Surabaya – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali diperkuat. Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menerima audiensi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur dalam rangka optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan Gerakan Pramuka, Kamis (5/11/2026).

Audiensi yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Sekretariat Kwarda Jatim ini menjadi langkah awal membangun sinergi strategis kolaboratif yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh langsung pembinaan karakter, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Hadir mewakili Baznas Jatim Bapak Imam Hambali Wakil Ketua 1 beserta jajaran pengurus, disambut oleh Kak Bambang Suyanto, Kak Adie Kurniawa, Kak Masul Hadi dan para staf Kwarda Jatim.

Kolaborasi ini dirancang untuk menjadikan Pramuka sebagai motor penggerak literasi zakat sekaligus agen perubahan sosial di Jawa Timur. Melalui jaringan kwartir hingga gugus depan, nilai kepedulian diharapkan dapat tumbuh menjadi budaya.

Adapun empat program sinergi strategis yang disepakati untuk dikembangkan bersama, antara lain:

  1. Optimalisasi Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)
    Program ini mendorong penghimpunan ZIS secara sistematis, transparan, dan terpercaya di lingkungan Kwarda Jatim. Melalui pembentukan unit pengumpul zakat di jajaran kwartir, edukasi kewajiban zakat bagi pembina, andalan, dan anggota dewasa, serta kemudahan layanan pembayaran digital, diharapkan potensi zakat dari keluarga besar Pramuka dapat dikelola secara profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik.
  2. Kemanusiaan dan Tanggap Bencana
    Pramuka dikenal selalu berada di garda terdepan saat bencana. Melalui sinergi ini, Kwarda Jatim dan Baznas Jatim akan memperkuat respons cepat kemanusiaan, mulai dari pengiriman relawan Pramuka Peduli, penyaluran bantuan logistik, dapur umum, layanan psikososial, hingga pendampingan korban pascabencana. Kolaborasi ini memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, cepat, dan bermartabat.
  3. Pendidikan dan Literasi Zakat
    Program ini berfokus pada penanaman literasi zakat sejak dini kepada Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Melalui pelatihan, sosialisasi, jambore literasi, serta modul pembinaan yang dikemas menarik dan sesuai dengan metode kepramukaan, anggota Pramuka diharapkan memahami zakat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai gaya hidup berbagi dan peduli sesama.
  4. Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat
    Sinergi ini akan diwujudkan dalam bentuk program pemberdayaan ekonomi umat, seperti pelatihan kewirausahaan bagi anggota Pramuka dan masyarakat, bantuan modal usaha mikro, bedah rumah, beasiswa pendidikan, hingga bakti masyarakat di desa binaan. Pramuka tidak hanya hadir sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai pelaku pengabdian yang memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Audiensi ini menegaskan komitmen kedua lembaga untuk terus berkolaborasi dalam membangun Jawa Timur yang lebih peduli, sejahtera, dan berkarakter. Dengan semangat Dasa Darma, yakni Rela Menolong dan Tabah, serta Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia, Pramuka Jatim siap menjadi mitra strategis Baznas dalam menebar kebermanfaatan.

Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di tingkat cabang hingga ranting, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen keadilan sosial dan penguat persaudaraan.

Pusdatin Kwarda Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *