Tuban – Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tuban Masa Bakti 2026-2031 resmi digelar pada Minggu (8/11/2026) bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban. Forum tertinggi di tingkat Kwartir Cabang ini menjadi penentu arah Gerakan Pramuka Tuban lima tahun ke depan, baik dalam perumusan program kerja dan kebijakan strategis maupun pemilihan Ketua Kwartir Cabang.
Hadir mewakili Ketua Kwarda Jatim Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL. Kak Bambang Suyanto, S.H., S.Sos., M.Si. Sekretaris Kwarda Jatim didampingi Kak Adie Kurniawan dan Kak Achmat Maskurochman. Kehadiran Kwarda Jatim menegaskan komitmen dalam pembinaan generasi muda di Kabupaten Tuban.

Kegiatan Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Tuban dibuka oleh Sekretaris Daerah Tuban Kak Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si, dihadiri oleh Forkopimda dan Pengurus Kwarran dan DKR se Kabupaten Tuban.
Dalam sambutannya, Kak Bambang Suyanto menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan wahana pendidikan nonformal yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia. Pramuka hadir untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat karakter, serta membekali peserta didik dengan kecakapan hidup yang relevan dengan tantangan zaman.

Organisasi yang kuat, ditegaskan Kwarda Jatim, bukan hanya ditentukan oleh semangat, tetapi juga oleh tata kelola yang baik, kepemimpinan yang visioner, dan keputusan yang bijaksana yang berlandaskan peraturan perundang-undangan serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
Kak Bambang mengingatkan seluruh peserta Muscab pada tiga poin penting yang harus dijunjung tinggi dalam berorganisasi yaitu Gerakan Pramuka bersifat mandiri, sukarela, dan nonpolitis, musyawarah mufakat sebagai wujud demokrasi yang santun dan beretika, dan sinergitas antara Kwartir Cabang dengan Pemerintah Daerah yang harus terus diperkuat.

Pramuka Produktif dan Ketahanan Pangan
Dalam konteks pembangunan nasional, Pramuka dituntut hadir sebagai organisasi yang produktif dan relevan dengan agenda strategis Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan.
Pramuka memiliki modal sosial yang sangat besar. Jaringan Gugus Depan hingga pelosok desa, peserta didik yang terlatih disiplin dan gotong royong, serta pembina yang dekat dengan masyarakat.
Potensi ini harus diarahkan pada kegiatan nyata seperti edukasi pertanian berkelanjutan, pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan Kebun Pramuka, hingga keterlibatan aktif dalam program pangan lokal berbasis komunitas. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pramuka harus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

“Pramuka Produktif bukan hanya tentang banyaknya kegiatan, tetapi tentang kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Kak Bambang Suyanto.
Jangan Terjebak Cara Lama: Hadapi Generasi Z dan Alpha
Kwarda Jatim mengingatkan bahwa Tuban menghadapi tantangan zaman yang tidak ringan. Generasi Z dan Generasi Alpha tumbuh di tengah perubahan yang luar biasa cepat, membawa teknologi, kecerdasan buatan, ekonomi digital, perubahan sosial, hingga perubahan iklim.
“Gerakan Pramuka tidak cukup hanya bertahan dengan cara-cara lama. Kita harus berani berubah menjadi lebih relevan, atau berisiko ditinggalkan oleh generasi yang seharusnya kita bina,” ujarnya.

Karena itu, Gerakan Pramuka harus menjadi gerakan yang Adaptif, Produktif, dan Berkelanjutan, Adaptif berarti mampu merespons perubahan zaman dengan tetap berpegang teguh pada Tri Satya dan Dasa Darma. Produktif berarti setiap program harus nyata, berdampak, dan dirasakan manfaatnya. Berkelanjutan berarti setiap kebijakan dijalankan secara konsisten, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang lintas generasi.
Kwarda Jatim berharap program kerja Kwarcab Tuban Masa Bakti 2026-2031 tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan rutinitas organisasi, tetapi mampu menghadirkan inovasi, memperkuat karakter, serta memberikan dampak nyata.
“Jadikan Muscab ini momentum untuk merumuskan langkah strategis. Sebab masa depan Pramuka tidak ditentukan oleh seberapa banyak kegiatan yang kita selenggarakan hari ini, tetapi oleh seberapa besar manfaat dan perubahan yang kita wariskan bagi generasi esok,” pungkasnya.
Muscab ini menjadi ikhtiar bersama untuk menguatkan karakter, menumbuhkan kepemimpinan, dan menyiapkan generasi muda Tuban menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045.
Pusdatin Kwarda Jatim