
GRESIK, 10 Oktober 2026 — Delegasi Kwartir Ranting (Kwarran) Panceng turut memeriahkan Lomba Tingkat III (LT-III) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gresik dengan menampilkan kreativitas seni yang memadukan kesenian khas Gresik, Damar Kurung, dengan tari Jaranan. Penampilan tersebut menjadi suguhan istimewa pada malam kedua pelaksanaan lomba yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Kwarran Panceng mengirimkan dua regu andalan, yakni Regu Kuda Laut dan Regu Lotus. Di bawah binaan Kak Zainulabidin dan Kak Syaifudin, para peserta mengikuti rangkaian perlombaan dengan sigap, penuh semangat, dan berbekal persiapan yang telah dilakukan sebelumnya.
Damar Kurung merupakan kesenian khas Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berupa lampion atau lentera tradisional berbentuk segi empat (bujur sangkar) yang dilapisi kertas minyak. Kesenian ini dikenal melalui lukisan-lukisan khas yang menghiasi permukaannya dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Gresik. Dalam penampilan delegasi Kwarran Panceng, Damar Kurung tidak sekadar dihadirkan sebagai properti, tetapi dipadukan dengan gerak tari yang penuh makna.
Sementara itu, tari Jaranan merupakan seni pertunjukan tradisional dari Jawa yang menampilkan para penari dengan kuda tiruan berbahan anyaman bambu. Gerakan yang dinamis dan penuh energi menghadirkan gambaran keberanian, kekuatan, serta semangat perjuangan.
Perpaduan Damar Kurung dan tari Jaranan dalam satu pertunjukan menghadirkan pesan filosofis yang mendalam. Damar Kurung menjadi simbol lentera penerang, sedangkan Jaranan merepresentasikan kekuatan, keberanian, dan semangat untuk meneruskan perjuangan. Cahaya lentera dimaknai sebagai ilmu, nilai-nilai luhur, dan tuntunan yang menerangi langkah generasi muda. Sementara itu, kekuatan gerak Jaranan menggambarkan tekad untuk menjaga warisan budaya dan melanjutkan perjuangan para pendahulu.
Melalui perpaduan dua kesenian tersebut, para peserta ingin menyampaikan bahwa generasi muda tidak cukup hanya memiliki kekuatan dan keberanian, tetapi juga membutuhkan cahaya pengetahuan serta nilai-nilai luhur sebagai pedoman. Dengan demikian, kreativitas seni dalam LT-III ini menjadi sarana untuk merawat budaya lokal sekaligus menanamkan semangat kepramukaan: menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan mampu meneruskan perjuangan bangsa.
Semangat para peserta juga tidak lepas dari dukungan dan pesan Kamabigus yang menjadi tambahan motivasi bagi mereka. Dukungan tersebut diharapkan mampu menguatkan mental peserta agar tetap percaya diri, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti setiap mata lomba.
Menariknya, delegasi Kwarran Panceng juga memiliki pengalaman prestasi di bidang teknologi. Para peserta diketahui pernah mengikuti ajang robotik tingkat internasional. Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa anggota Pramuka dapat mengembangkan beragam potensi, mulai dari keterampilan teknologi hingga kreativitas seni dan budaya.
Salah satu peserta, Hisyam, mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap Pramuka tumbuh dari lingkungan keluarganya sendiri. “Saya termotivasi ber-Pramuka karena ayah dan ibu saya juga seorang Pramuka pada masanya. Bisa dibilang, darah saya adalah darah Pramuka,” ungkapnya.
Kisah Hisyam menjadi gambaran bahwa semangat kepramukaan dapat tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, lebih dari sekadar mengikuti jejak orang tua, setiap anggota Pramuka memiliki kesempatan untuk membangun pengalaman, mengasah kemampuan, dan menorehkan prestasi melalui proses belajar dan pengabdian.
Melalui keikutsertaan dalam LT-III Kwarcab Gresik, Regu Kuda Laut dan Regu Lotus diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama baik Kwarran Panceng. Ajang ini bukan semata-mata tentang kemenangan, melainkan juga tentang pembentukan karakter, kerja sama, kreativitas, serta pengalaman berharga yang akan menjadi bekal bagi perjalanan kepramukaan mereka.
Damar Kurung menerangi jalan, Jaranan mengobarkan semangat perjuangan. Keduanya berpadu menjadi simbol generasi muda yang berilmu, berani, dan siap meneruskan perjuangan bangsa.
Nirafiyatur Risa, A.Md.Keb
Pramuka Jurnalis Jatim