Devi Novita Sari, Pramuka Kediri dengan Polybag Organik Berujung ke Korea

Date:

Festival Wirakarya Kampung Kelir 2017 menjadi berkah tersendiri bagi Devi Novita Sari, Pramuka Penegak pengurus Dewan Ambalan Kartini Gugusdepan pangkalan SMAN 2 Pare, Kabupaten Kediri. Melalui kegiatan bakti masyarakat, yang mengubah kampung kumuh menjadi bersih dan penuh warna ini, dia berkesempatan mengunjungi negara Ginseng, Korea.

Keberhasilannya menahbiskan diri menjadi salah satu anggota delegasi Pramuka Jatim yang akan ke negara Korea pada tahun 2017 ini, berkat karya teknologi tepat guna (TTG) yang dia buat.

“Karya TTG saya adalah pemanfaatan pupuk kandang kotoran kambing, tanah, dan abu daun bambu sebagai bahan polybag semai organik abutoring ramah lingkungan,” kata gadis kelahiran Kediri, 4 Desember 1999 ini.

Karya TTG itu dia buat setelah lolos sebagai finalis pada pelaksanaan Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 zona Kediri. Di depan dewan juri final festival yang dilaksanakan di Surabaya, dirinya berhasil meyakinkan bahwa karyanya layak dimasyarakatkan.

Penghobi melukis, membaca dan aktifitas sosial ini menjelaskan bahwa polybag semai organik ABUTORING merupakan inovasi yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari pencemaran lingkungan karena limbah plastik, yang selama ini banyak digunakan sebagai bahan polybag tanam.

“Seperti diketahui, plastik sulit terurai dan mengandung logam berat. Bila ikut tertanam, akan terserap akar tanaman dan masuk ke dalam tubuh ketika kita mengkonsumsi tanaman tersebut. Bila dibakar, menimbulkan zat karsinogenik yakni dioksin,” kata Pramuka yang tinggal di Jalan Teladan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri ini.

Devi sesaat setelah dinyatakan sebagai salah satu pemenang Final Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 yang akan ke Korea

Polybag ABUTORING terbuat dari pupuk kandang kotoran kambing. “Pupuk kandang kotoran kambing dicampur dengan abu daun bambu, serta tanah yang keberadaannya mudah didapat sekaligus ekonomis dan mudah cara pembuatannya,” terang putri pasangan Rianto dan Suprapti ini.

“Keunggulan polybag organik ini dibandingkan dengan polybag plastik ialah lebih ramah lingkungan dan sekaligus sebagai penyuplai nutrisi bagi tanaman,”  kata Devi yang pernah sebagai juara 1 Olimpiade Sains Nasional Mapel Ekonomi Kabupaten Kediri pada tahun 2017 ini.

Anggota Brigade Penolong 1306 Kwarcab Kediri ini juga menjelaskan bahwa kandungan silika di dalam polybag organik dapat meningkatkan ketersediaan fosfor yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman. “Sehingga dapat menghemat penggunaan pupuk,” terang Devi Novita Sari.

Melalui karya teknologi tepat gunanya, Devi menyimpulkan bahwa untuk mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. “Peduli lingkungan hidup tidak perlu biaya mahal. Bisa dengan melakukan langkah kecil yang nyata dan membawa perubahan,” tutur Devi. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Share post:

Subscribe

Popular

More like this
Related

395 Siswa Baru Antusias Ikuti MOP SMPN 2 Taman, Api Unggun Jadi Momen Paling Berkesan

Sidoarjo – Sebanyak 395 siswa-siswi kelas VII SMP Negeri...

MATAPMA 2026 MAN 4 Kediri Tanamkan Nilai Tri Satya dan Dasa Dharma untuk Membentuk Generasi Berkarakter

Badas, Kabupaten Kediri– Gugus Depan Gerakan Pramuka MAN 4...

Menata Diri, Menyatukan Keunggulan dalam Tim Pelatih Lintas Generasi

Sebuah tim dapat dihuni oleh banyak pelatih yang cakap,...