Jakarta — Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia mengajak Gerakan Pramuka berperan aktif dalam mendukung swasembada pangan nasional sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Ajakan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Senin (27/1/2026).
Paparan disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Pangan, Kak Dr. Prayudi Syamsuri, S.P., M.Si, dengan tema Optimalisasi Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa tantangan pangan nasional ke depan semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, keterbatasan sumber daya lahan dan air, serta perubahan pola konsumsi masyarakat.
Berdasarkan proyeksi kependudukan, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 320 juta jiwa pada 2045. Kondisi tersebut menuntut peningkatan produksi pangan secara signifikan, di tengah Indonesia yang saat ini sedang berada dalam masa bonus demografi dengan lebih dari 70 persen penduduk berusia produktif.
“Ketahanan dan kedaulatan pangan merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Swasembada pangan tidak hanya berbicara soal peningkatan produksi, tetapi juga efisiensi, pengurangan kehilangan hasil, serta perubahan perilaku konsumsi,” ucap Kak Prayudi.
Ia menambahkan, tingkat kehilangan hasil produksi beras di Indonesia masih tergolong tinggi, mencapai lebih dari empat juta ton per tahun. Selain itu, tingginya angka sampah makanan juga menjadi persoalan serius yang berdampak pada ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Kak Prayudi menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan strategis lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat sektor pangan nasional. Kebijakan tersebut meliputi peningkatan produksi beras dan jagung, pengendalian impor pangan, penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan jagung untuk melindungi petani, serta penguatan cadangan beras pemerintah yang kini mencapai rekor tertinggi. Rakernas Pramuka 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan Gerakan Pramuka dalam menjawab tantangan pangan nasional serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
“Dalam Rakernas Pramuka 2026 ini, Kemenko Pangan menekankan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam membangun kesadaran pangan sejak dini, menanamkan nilai hemat pangan, serta menggerakkan aksi nyata ketahanan pangan berbasis komunitas.
Selain itu, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut sebagai bagian dari strategi nasional yang tidak hanya mendukung swasembada pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” pungkasnya.
Pusdatin Kwarda Jatim