Pramukarek.or.id, SURABAYA (8/1) – Lupakan bayangan Pramuka yang kuno. Di bawah kepemimpinan Kak H.M. Arum Sabil untuk masa bakti 2025-2030, Kwarda Jawa Timur melakukan reset total terhadap arah gerak organisasi melalui Rapat Paripurna yang digelar minggu ini. Mengusung tagline “Adaptif, Produktif, Berkelanjutan”, pertemuan ini lebih mirip sebuah “retreat” daripada rapat organisasi massa.
Arum Sabil secara tegas mengakhiri era di mana keberhasilan organisasi diukur dari jumlah piala atau kemeriahan upacara. Metrik keberhasilan yang baru adalah: Dampak Nyata.
“Dunia berubah cepat. Teknologi mendisrupsi segalanya. Jika Pramuka tidak adaptif, kita akan ditinggalkan sejarah. Fokus saya jelas: Job Creation. Bagaimana Pramuka bisa menciptakan lapangan kerja, bukan menambah antrian pencari kerja,” tegas Arum Sabil dalam pidato pembukaannya yang berapi-api.
Visi ini didukung penuh oleh infrastruktur kebijakan provinsi. Gubernur Khofifah, yang hadir memberikan arahan, menegaskan bahwa Jawa Timur membutuhkan “Super Team”, bukan “Superman”. Ia melihat Pramuka sebagai elemen vital untuk mengisi kekosongan yang tidak bisa dijangkau oleh tangan pemerintah secara langsung, terutama dalam soft skill dan kewirausahaan.
“Saya titip, program jangan biasa-biasa saja. Harus ada lompatan. Pramuka harus menjadi solusi bagi masalah pengangguran muda dan ketahanan pangan,” pesan Kak Khofifah.
Rapat Paripurna ini menghasilkan cetak biru (blueprint) organisasi yang ambisius: Transformasi Gugus Depan menjadi sentra produktivitas, digitalisasi sistem organisasi, dan integrasi penuh dengan isu-isu strategis nasional seperti Modifikasi Cuaca (OMC) dan Energi Baru Terbarukan.
Jawa Timur kini memiliki wajah Pramuka baru: Modern, berorientasi sosial, inovatif, dan sangat berbahaya bagi kemalasan.
Pusdatin Kwarda Jatim