Lumajang — Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL, menerima Penghargaan Dharma Pembentukan Karakter Generasi Muda dari Gubernur Jawa Timur, Kak Khofifah Indar Parawansa, atas dedikasinya dalam membangun karakter generasi muda melalui gerakan penanaman pohon dan edukasi cinta lingkungan.
Penghargaan tersebut diserahkan pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia Provinsi Jawa Timur, Jumat, 12 Desember 2025, yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Lumajang. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dirjen Kementrian Kehutanan, Pemkab Lumajang, Pemkab Bondowoso, Pemkab Pasuruan, Pemkab Jember, Pemkab Probolinggo, Pemkab Situbondo, Forkopimcab Lumajang, Kwarcab Lumajang, Saka Wana Bakti Jatim, mitra kehutanan, tokoh masyarakat, komunitas pencinta alam, pelaku usaha, serta tamu undangan lainnya.
Penghargaan ini diberikan kepada Kak Arum sebagai bentuk apresiasi atas komitmen kuatnya dalam mendorong gerakan menanam pohon di berbagai kesempatan. Tidak hanya dalam kegiatan-kegiatan formal kepramukaan, ajakan menanam pohon juga selalu menjadi bagian dari pesan moral yang disampaikan Kak Arum dalam berbagai forum publik.
Dalam setiap pembukaan atau sambutan kegiatan besar Pramuka di Jawa Timur, ia konsisten mengingatkan pentingnya menanam pohon sebagai perwujudan nilai ke-2 dalam Dasa Darma Pramuka: Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.
“Barang siapa yang mencintai sesuatu yang ada di bumi, maka yang di langit akan mencintainya,” ujar Kak Arum dalam berbagai kesempatan, sembari mengajak anggota Pramuka dan masyarakat luas untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan.
Selain menjabat sebagai Ketua Kwarda, Kak Arum yang juga Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur kerap menginisiasi gerakan menanam pohon di lingkungan pertanian dan pedesaan. Di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi, Tanggul, Jember, ia sering mengajak tokoh masyarakat, mahasiswa, pelajar, hingga pejabat daerah yang datang berkunjung untuk turut menanam pohon.
Menurutnya, menanam pohon bukan sekadar aksi lingkungan, tetapi juga ekspresi syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Saya mengajak siapapun untuk gemar menanam dan merawat tanaman, karena ini bentuk rasa syukur kita sebagai hamba Allah atas rahmat dan karunia-Nya. Berkat pohon, kita dapat menghirup oksigen sebagai tanda kehidupan,” tegas Kak Arum.
Di bawah kepemimpinan Kak Arum, Kwarda Jawa Timur mengembangkan program Pramuka Produktif, sebuah program unggulan yang menitikberatkan pada: Ketahanan pangan, Energi baru terbarukan, Gerakan menanam tanaman produktif, Edukasi ekologis bagi generasi muda.
Program ini tidak hanya mengajak anggota Pramuka menanam pohon, tetapi juga melibatkan mereka dalam pengelolaan tanaman produktif, budidaya pertanian, hingga kampanye lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan ini terbukti menjadi salah satu model pembelajaran karakter yang efektif dan relevan dengan tantangan era modern.
Usai menerima penghargaan, Kak Arum menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur, sekaligus mempersembahkan penghargaan ini kepada seluruh anggota Pramuka di Jawa Timur.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh Pramuka Jawa Timur yang telah aktif menanam pohon, menjaga lingkungan, dan memberikan teladan bagi generasi muda. Semoga penghargaan ini semakin memotivasi kita untuk terus mengabdi kepada negeri melalui tindakan nyata,” ujarnya.
Pusdatin Kwarda Jatim