Cianjur – Kegiatan Bakti Pramuka Jawa Timur Peduli Cianjur sudah memasuki hari keempat, Jumat (24/22023). Meskipun sejak pagi hujan deras mengguyur wilayah Cugenang – Cianjur, Tim Bakti Pramuka Jawa Timur tetap membangun proyek yang telah direncanakan hingga tuntas.
Sebagaimana diketahui bahwa rencana Bakti Pramuka Jawa Timur kali ini adalah membangun 10 huntara, 5 sekolah darurat, 2 pembangunan masjid, 2 rumah bagi anak yatim piatu, dan pembagian 400 paket perlengkapan pendidikan.
Salah satu penerima huntara bernama Kak Eman, seorang pembina pramuka penggalang yang juga pengurus Kwarran Cugenang. Rumahnya hancur akibat dilanda Gempa Bumi. Kak Eman mengatan dirinya merasa terbantu dengan kegiatan bakti ini.

“Rumah saya sudah habis terkena Gempa Bumi, saya tinggal di hunian sementara yang saya buat sendiri. berkat bantuan dari Pramuka Jawa Timur saya dibuatkan 1 rumah hunian sementara ini sudah sangat bermanfaat sekali” kata Kak Eman kepada tim.
“Saya haturkan terima kasih kepada Pimpinan Kwarda dan seluruh pramuka dan donatur yang ada di Jawa Timur, telah menjadi bagian sejarah dalam hidup saya, sekali lagi terima kasih sebanyak-banyaknya”imbuhnya.
Hingga saat ini sudah berhasil membangun 10 huntara, 3 sekolah darurat, 1 rumah bangi anak yatim, pembangunan 2 masjid, dan 400 paket perlengkapan pendidikan. Yang proses masih terus berlanjut hingga Sabtu besok (25/2).

Ketua Tim Bakti Pramuka Jawa Timur Peduli Cianjur Kak Mirlianto mengaku kehadiran Tim Kwarda Jawa Timur sangat dibutuhkan pasca Gempa Bumi Cianjur.
“Situasi dan kondisi di derah gempa terutama Cugenang memang sudah landai, tetapi kehadiran kita membawa sebuah amanah masih sangat di butuhkan” kata Kak Mirli saat membangun sekolah darurat.
“Tidak ada kata terlambat untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, karena Kwarda Jawa Timur pada 5-10 Desember 2022 lalu sudah lebih dulu ke Kabupaten Cianjur untuk penyaluran tandon air, genset, terpal, matras,” jelasnya
“Justru saat inilah waktu yang tepat untuk memberikan dampak kepedulian bagi para penyintas Gempa Bumi Cianjur” imbuhnya.

Kak Roem, Tim Kwarda Jatim sebagai koordinator pembangunan Huntara mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi dasa darma.
“kegiatan yang sedang kita laksanakan ini adalah bakti membangun huntara bagi penyintas Gempa Bumi Cianjur menjadi praktik nyata spirit rela menolong dan tabah sebagaimana isi dari darma pramuka” ujar Kak Roem saat memimpin tim bakti.
Selanjutnya salah satu anggota tim Kwarda Jawa Timur Kak Mukhammad Arif Hidayatullah dari Kwarcab Kota Pasuruan mengaku senang dan mendapatkan banyak pengalaman selama kegiatan bakti ini.
“Terima kasih Kwarda Jawa Timur yang telah memfasilitasi saya dan teman-teman, sehingga dapat mengabdikan diri membantu memulihkan kondisi Kabupaten Cianjur. Ini merupakan pengalaman saya yang bisa saya ceritakan kepada anak-cucu saya kelak” kata Kak Arif dengan penuh kebanggaan.

Lain Kak Arif, inilah Kak Ari Siswanto asal Kwarcab Madiun mengatakan bangga bisa menjadi wakil dari Jawa Timur.
“Terus terang, saya merasa bangga mewakili daerah saya bersama Tim Jawa Timur mengikuti proses kegiatan Bakti Pramuka Jawa Timur peduli cianjur, banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan disini, serta saya harap upaya kita bersama membawa manfaat bagi masyarakat Cianjur” ungkap Kak Ari.
Tim Bakti Pramuka Jawa Timur akan menuntaskan tugasnya pada 25 Februari 2023 dan direncanakan tima di Jawa Timur pada 26 Februari 2023. Dengan demikian, selesai kegiatan Bakti Tahap 2 ini, jika kemudian terdapat bantuan yang dibutuhkan, akan disalurkan pada tahap 3 mendatang.
Humas Kwarda Jatim