Depok, 24 Mei 2025 – Gerakan Pramuka Kwartir Nasional (Kwarnas) bersama World Scout Bureau Asia Pacific Region Support Centre menggelar LifeLeaders Training of Trainers (ToT), sebuah pelatihan kepemimpinan tingkat nasional yang dilaksanakan pada 22–24 Mei 2025 di Aula Sudirman, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Kota Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian LifeLeaders Projects yang berlangsung sepanjang Februari hingga November 2025, bertujuan untuk memperkuat kapasitas design thinking dalam menciptakan dampak sosial melalui kegiatan kepramukaan.
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menugaskan dua orang Andalan Daerah, yaitu Kak Binar Bintang Putra Ananta, S.Pd dan Kak Lilik Dyah Wulandari, M.Pd, sebagai delegasi dalam pelatihan strategis ini. Mereka tergabung bersama puluhan peserta dari seluruh Indonesia yang dipilih melalui seleksi di tingkat Kwarda.
Menjawab Tantangan Zaman lewat Design Thinking
Program LifeLeaders secara khusus dirancang untuk membekali generasi muda Pramuka dengan keterampilan berpikir inovatif, reflektif, dan solutif. Melalui pendekatan design thinking, peserta dilatih untuk mengidentifikasi permasalahan nyata di lingkungan masing-masing, merumuskan ide kreatif, serta mengimplementasikan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam sesi pembukaan, peserta diajak untuk memahami filosofi program, pengenalan Scouts for SDGs, hingga penguatan pada aspek Project Management yang menjadi dasar dalam menjalankan program unggulan di daerah masing-masing. Rangkaian kegiatan pelatihan juga dikemas dengan suasana kolaboratif, reflektif, dan inspiratif.
Agenda Padat dan Bernilai Transformasional
Selama tiga hari penuh, peserta mengikuti agenda yang padat namun membangun, dimulai dari sesi Integration Session, Problem Stage, Ideas Stage, hingga Action Stage yang menekankan pemahaman dan keterampilan dalam menyusun proyek berbasis komunitas. Selain itu, terdapat sesi inspiratif seperti Keynote Address dari pimpinan Kwarnas, Malam Inovasi, dan Storytelling yang memperkaya wawasan peserta tentang praktik terbaik kepemimpinan.
“Pelatihan ini bukan sekadar pembelajaran teknis, tapi sebuah proses pembentukan karakter dan mindset sebagai pemimpin masa depan. Saya pribadi sangat termotivasi untuk meneruskan semangat ini ke Pramuka di Jawa Timur,” ujar Binar saat diwawancarai usai sesi refleksi.
Langkah Lanjutan: Dari Pelatihan ke Aksi Nyata
Kwarnas membuka peluang bagi setiap peserta untuk mengembangkan pilot project unggulan yang akan memperoleh dukungan hibah dengan mekanisme seleksi proposal kompetitif. Program ini menjadi jalan pembuka bagi kader Pramuka di daerah untuk menjalankan proyek sosial berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
Delegasi dari Jawa Timur pun menyatakan kesiapannya untuk membawa hasil pelatihan ke daerah masing-masing. “Kami percaya, perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang tepat. Dengan semangat Pramuka dan bekal dari pelatihan ini, kami siap menjadi penggerak perubahan,” tambah Lilik Dyah Wulandari.
Peneguhan Komitmen Kwarda Jatim
Kehadiran dua Andalan Daerah dari Jawa Timur pada kegiatan nasional ini menunjukkan komitmen Kwarda Jatim dalam mendukung pembinaan kader muda yang berkualitas, progresif, dan berdaya saing global. Harapannya, hasil pelatihan ini tidak hanya berhenti pada individu peserta, tetapi mampu menjalar ke seluruh lapisan pembina, pelatih, hingga peserta didik di wilayah Jawa Timur.
Gerakan Pramuka hari ini tidak hanya dituntut sigap dan tanggap, tetapi juga kreatif, kritis, dan kolaboratif. Dan melalui LifeLeaders, Pramuka Indonesia kini bergerak lebih jauh—menjadi pemimpin kehidupan yang sesungguhnya. (bnr)
Pusdatin Kwarda Jatim