Surabaya — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur resmi membuka Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Putri Putra (Musppanitera) Daerah Jawa Timur Tahun 2025 pada Senin, 17 November 2025 bertempat di Asrama Haji Surabaya. Forum strategis lima tahunan yang mempertemukan Dewan Kerja Daerah (DKD) serta Dewan Kerja Cabang (DKC) se-Jawa Timur ini menghadirkan suasana penuh semangat dan optimisme dalam upaya memperkuat peran generasi muda sebagai motor penggerak perubahan.
Ketua Kwartir Daerah Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, SP., S.H., M.KL., dalam sambutannya menegaskan bahwa Gerakan Pramuka adalah kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa. Ia menyampaikan bahwa Indonesia sedang berada di puncak bonus demografi, dan kualitas generasi muda hari ini akan sangat menentukan arah Indonesia menuju 2045.
“Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia Emas akan datang, tetapi generasi seperti apa yang akan memimpinnya. Adik-adik Dewan Kerja-lah jawabannya. Ketika sebagian generasi memilih diam, kalian memilih bergerak. Ketika banyak yang terjebak individualisme, kalian memilih pengabdian,” tegas Kak Arum Sabil kepada seluruh peserta Musppanitera.
Musppanitera Daerah Tahun 2025 menjadi forum tertinggi bagi Dewan Kerja untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban masa bakti 2020–2025, merumuskan rencana kerja 2025–2030, sekaligus memilih Ketua dan Wakil Ketua DKD yang baru. Karena itu, forum ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi ruang strategis dalam menentukan arah masa depan Pramuka Penegak dan Pandega Jawa Timur.
Ketua Kwarda menegaskan bahwa tantangan generasi muda semakin kompleks, mulai dari isu kesehatan mental, literasi finansial, hingga rendahnya kepemimpinan sosial di era digital. Menurutnya, Pramuka tidak boleh hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi harus tampil sebagai kekuatan moral dan agen solusi bagi masyarakat.
“Kita ingin program yang relevan, solutif, dan terukur. Inilah kesempatan kalian menyusun legacy, bukan sekadar agenda tahunan. Pilihlah pemimpin DKD bukan berdasarkan popularitas, tetapi integritas, kemampuan bekerja sama, dan kesediaan memberi lebih banyak daripada menerima,” ujarnya.
Kak Arum Sabil juga mengingatkan bahwa musyawarah harus dijalankan dengan marwah, kedewasaan, dan integritas. Forum boleh berlangsung hangat, tetapi keputusan harus berdasar gagasan yang kuat, data, dan analisis, bukan ego. Ia menegaskan bahwa musyawarah bukan ajang menang–kalah, melainkan proses merumuskan keputusan terbaik untuk Jawa Timur.
Puncak acara ditandai dengan momen berkesan ketika Ketua Kwarda Jawa Timur secara resmi membuka Musppanitera Daerah Tahun 2025 setelah menegaskan pentingnya persatuan, integritas, dan keberanian generasi muda dalam membawa perubahan. Sorak semangat dan tepuk penghormatan khas Pramuka menggema di ruangan, menghadirkan suasana penuh optimisme sebagai tanda dimulainya proses musyawarah untuk melahirkan pemimpin muda visioner bagi Jawa Timur dan Indonesia.
Musppanitera Daerah Jawa Timur 2025 diharapkan dapat memantapkan langkah Pramuka Penegak dan Pandega dalam berkarya, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Kwarda Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat generasi muda agar siap menghadapi tantangan era modern dan memberi kontribusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa.
Pusdatin Kwarda Jatim