Pramuka Bisa CPR? Bisa Banget! Begini Serunya Latihan BLS di Pertida SBH VII – Pramuka Jawa Timur Gelar Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada Jawa Timur 2025

Date:

Trawas, Mojokerto (18 Juni 2025) – Salah satu sesi paling ditunggu di Pertida Saka Bakti Husada VII Jawa Timur 2025 akhirnya digelar: Basic Life Support (BLS) atau Dukungan Hidup Dasar. Materi yang identik dengan penyelamatan nyawa ini sukses menyedot perhatian peserta. Bahkan sejak sesi dimulai, ratusan peserta tampak memenuhi area pelatihan dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu.

BLS bukan sekadar teori. Materi ini mengajarkan langkah-langkah penanganan pertama pada korban henti napas atau henti jantung, yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Di sinilah peran Pramuka sebagai “penolong pertama” menjadi nyata. Dipandu oleh instruktur dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, peserta diajak langsung mempraktikkan teknik BLS menggunakan manekin (alat bantu latihan CPR).

Mereka belajar mengenali tanda-tanda kondisi darurat, melakukan kompresi dada yang benar, hingga teknik membuka jalan napas (airway management). Teriakan “1, 2, 3, tekan!” bergema di lokasi pelatihan saat peserta melakukan CPR. Tak sedikit yang awalnya gugup, namun perlahan menjadi lebih percaya diri setelah diberi arahan dan umpan balik langsung oleh fasilitator.

Pelatihan ini membuktikan bahwa pengetahuan tentang penyelamatan nyawa bukan hanya untuk tenaga medis, tetapi juga penting dimiliki oleh masyarakat umum, termasuk anggota Pramuka. Karena dalam situasi darurat, detik pertama bisa menjadi penentu antara hidup dan tidaknya seseorang. Para peserta menyadari betul pentingnya BLS, terlebih mereka adalah bagian dari Saka Bakti Husada, Saka yang bergerak di bidang kesehatan.

Tidak hanya belajar, mereka juga mulai menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial sebagai bagian dari first responder. Dengan semangat “Siaga Jiwa Raga”, para peserta Pertida SBH VII membuktikan bahwa mereka siap menjadi pelopor, penyelamat, dan penggerak kepedulian. Materi BLS bukan sekadar sesi pelatihan, tapi bekal hidup yang bisa menyelamatkan banyak nyawa.

Pusdatin Kwarda Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

Popular

More like this
Related

“Menanam Jeruk, Memetik Kemandirian: Harjito sebagai Pelatih Pembina Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan”

“Keberhasilan membutuhkan keuletan, keyakinan, dan keberanian membaca peluang. Setiap...

Kolaborasi TNI AU, PT SGN, APTRI, dan Kwarda Pramuka Jatim Perkuat Langkah Menuju Swasembada Gula Nasional

Jember – Semangat kolaborasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional...

Pelatih Sejati Itu Seperti Bumi.”Diam Menopang, Sunyi Menumbuhkan, dan Tetap Memberi Manfaat bagi Kaderisasi Pramuka”

Oleh: Kak Dr. H. Jainudin, M.SiKapusdiklatda ARGASONYAKwartir Daerah Jawa...

Energi Besar Itu Bernama Pelatih Pembina Pramuka

Gerakan Pramuka tidak hanya hidup karena struktur, seragam, atau...