Putri Rahmawati, Pramuka Penegak Garuda Kota Madiun

Date:

Kegembiraan dan kebanggaan terus diekspresikan oleh Putri Rahmawati, anggota Pramuka Gugusdepan pangkalan 02.094 pangkalan SMA Negeri 5 Kota Madiun. Pasalnya, pada upacara peringatan Hari Pramuka ke-56 pada 14 Agustus 2017 lalu, dia tidak lagi menjadi Pramuka Penegak Laksana. Kini dia sudah menjadi Pramuka Penegak Garuda.

Putri Rahmawati mengaku aktif Pramuka sejak mengenyam pendidikan di bangku SMA dua tahun lalu. “Saya aktif Pramuka sejak masuk SMA. Sebab, saat SMP dulu tidak diperbolehkan orang tua. Alasannya, saat SMP, saya sudah aktif menjadi anggota inti OSIS SMP dan mengikuti 2 ekstrakurikuler,” kata Putri yang lahir di Maluku Utara, 9 November 1999.

Pada kepengurusan Dewan Ambalan Raden Ajeng Kartini Gugusdepan 02.094 pangkalan SMAN 5 Kota Madiun masa bakti 2016-2017, Putri menjabat sebagai pemangku adat. Selain penghargaan sebagai Pramuka Penegak Garuda, cewek yang tinggal di Desa Dempelan RT 22 RW 04 Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun ini sebelumnya juga mendapatkan penghargaan Bintang Tahunan 2.

Beragam kegiatan kepramukaan pernah diikuti Putri Rahmawati saat Pramuka Penegak. Diantaranya Giat Prestasi Kwartir Cabang Kota Madiun 2016, dan Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Pangkalan SMA Negeri 5 Kota Madiun 2015, 2016, serta 2017. Putri juga pernah menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kota Madiun 2016.

Mengenai semangatnya menempuh Pramuka Penegak Garuda, Putri mengaku karena keinginan hatinya. “Saya berharap Gudep pangkalan SMAN 5 Kota Madiun lebih maju dan lebih baik dengan ada yang menjadi Pramuka Penegak Garuda. Ini adalah tahun pertama di gudep kami mendapatkan penghargaan Pramuka Garuda,” ujar Putri yang kini kelas 12. Total ada 11 orang yang mendapatkan penghargaan Pramuka Garuda tahun 2017. 4 putri dan 7 putra.

Setelah dilantik sebagai Pramuka Penegak Garuda, Putri mengaku mendapatkan tanggapan yang sangat beragam. “Banyak teman yang sangat senang. Adik-adik juga banyak semakin aktif Pramuka. Pembina kami sangat mendukung apapun yang kami kerjakan demi keberhasilan Gudep juga dibantu bapak ibu guru,” lanjut Putri Rahmawati. Kepala sekolahnya juga sangat bangga dengan Pramuka karena mampu memberikan prestasi dan dedikasi terhadap sekolah.

Banyak hal unik yang dia rasakan dalam penempuhan Pramuka Garuda. “Karena begitu bersemangatnya, saat pelaksanaan seleksi, saya dan rekan saya bahkan sudah berada kantor Kwarcab Kota Madiun saat masih sepi. Tapi keyakinan kami yang tinggi meramaikan suasana saat itu,” tutur Putri Rahmawati.

Selama proses seleksi, Putri mengaku tantangan paling berat adalah saat harus diwawancarai dalam bahasa Inggris. “Saya memang tidak begitu fasih berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Bisa berkomunikasi bahasa Inggris, tapi tidak terlalu lancar,” kata Putri Rahmawati. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

Popular

More like this
Related

“Menanam Jeruk, Memetik Kemandirian: Harjito sebagai Pelatih Pembina Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan”

“Keberhasilan membutuhkan keuletan, keyakinan, dan keberanian membaca peluang. Setiap...

Kolaborasi TNI AU, PT SGN, APTRI, dan Kwarda Pramuka Jatim Perkuat Langkah Menuju Swasembada Gula Nasional

Jember – Semangat kolaborasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional...

Pelatih Sejati Itu Seperti Bumi.”Diam Menopang, Sunyi Menumbuhkan, dan Tetap Memberi Manfaat bagi Kaderisasi Pramuka”

Oleh: Kak Dr. H. Jainudin, M.SiKapusdiklatda ARGASONYAKwartir Daerah Jawa...

Energi Besar Itu Bernama Pelatih Pembina Pramuka

Gerakan Pramuka tidak hanya hidup karena struktur, seragam, atau...