Vivi Riskiyani, Agar-Agar Daun Mimba untuk Kesehatan & Tiket ke Korea

Date:

Tanaman mimba sudah menyebar di beberapa kawasan Asia, termasuk Indonesia. Mimba termasuk ke dalam jenis tanaman yang bisa hidup di daerah yang kering serta gersang. Tinggi tanaman mimba bisa mencapai 25 meter dengan jenis batang yang keras dan berwarna cokelat. Daunnya sendiri berwarna hijau dengan bentuk yang lonjong panjang dan memiliki gerigi di bagian pinggirnya.

Berbekal upaya memanfaatkan daun mimba yang kaya manfaat itu, Vivi Riskiyani, anggota Pramuka Penegak Gugus Depan Pangkalan SMKN 1 Panji, Situbondo, menuai khasiat. Yaitu terpilih sebagai salah satu juara Final Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 yang digelar di Surabaya pada awal Agustus lalu. Vivi pun berhak atas hadiah liburan gratis ke Korea Selatan pertengahan Oktober 2017 ini.

Karya teknologi tepat guna (TTG) yang diangkat Vivi adalah pengelolaan agar-agar daun mimba yang bermanfaat bagi kesehatan. “Agar-agar daun mimba adalah makanan cepat saji yang bahan utamanya yaitu daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) dan ada pula bahan pendukung dari pembuatan agar-agar tersebut yang terdiri dari gula, telur, garam, susu, dan santan,” kata Vivi yang lahir di Situbondo, 9 September 2001 ini.

“Agar-agar daun mimba ini untuk anti kanker, mencegah peradangan, obat penyakit kulit, anti bakteri, mencegah diabetes, mencegah diabetes, penurun panas demam,” jelas Vivi. Agar-agar daun mimba ini juga untuk melancarkan peredaran darah, dan obat penyakit malaria.

Agar-agar daun mimba ini juga bisa mencegah infeksi, menjaga kesehatan lambung, menambah nafsu makan, obat disentri, obati diare, mengatasi penyakit cacingan, dan obat eksim kulit. “Tanaman mimba memang dikenal banyak manfaatnya. Khususnya untuk kesehatan,” tambah Vivi, yang juga siswa kelas XI Akuntansi 3 SMKN 1 Panji, Situbondo.

Sementara itu, pada pelaksanaan kegiatan bakti pengecatan rumah warga Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017, Vivi berada di zona Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso. Pelaksanaannya di Desa Temenggungan, Banyuwangi. “Saya ingat hujan lebat turun pada malam pertama kegiatan. Pembukaan pun dilakukan di aula pendopo Kabupaten Banyuwangi,” terang Vivi. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

Popular

More like this
Related

“Menanam Jeruk, Memetik Kemandirian: Harjito sebagai Pelatih Pembina Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan”

“Keberhasilan membutuhkan keuletan, keyakinan, dan keberanian membaca peluang. Setiap...

Kolaborasi TNI AU, PT SGN, APTRI, dan Kwarda Pramuka Jatim Perkuat Langkah Menuju Swasembada Gula Nasional

Jember – Semangat kolaborasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional...

Pelatih Sejati Itu Seperti Bumi.”Diam Menopang, Sunyi Menumbuhkan, dan Tetap Memberi Manfaat bagi Kaderisasi Pramuka”

Oleh: Kak Dr. H. Jainudin, M.SiKapusdiklatda ARGASONYAKwartir Daerah Jawa...

Energi Besar Itu Bernama Pelatih Pembina Pramuka

Gerakan Pramuka tidak hanya hidup karena struktur, seragam, atau...