Surabaya – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., menegaskan Gerakan Pramuka Jawa Timur harus berani beradaptasi menghadapi perubahan zaman. Pramuka tidak boleh terjebak dalam rutinitas, tetapi harus tampil sebagai organisasi yang adaptif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kak Arum saat memberikan sambutan dalam kegiatan Ulang Janji Hari Pramuka ke-65 di Halaman Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 230 peserta yang terdiri atas unsur pimpinan, andalan, staf, badan kelengkapan Kwarda Jawa Timur, Pramuka Penegak dan Pandega, serta perwakilan Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Jawa Timur.
Menurut Kak Arum, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), perubahan sosial, dan berbagai tantangan global menuntut organisasi untuk terus melakukan pembaruan.
“Organisasi yang mampu bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling adaptif terhadap perubahan,” tegas Kak Arum.
Karena itu, ia meminta badan kelengkapan Kwarda Jawa Timur tidak hanya menjalankan tugas administratif dan rutinitas organisasi. Setiap unsur harus mampu menjadi pusat inovasi, pengembangan kualitas, sekaligus penggerak transformasi Gerakan Pramuka.
“Badan kelengkapan kwartir harus menjadi pusat inovasi dan penggerak transformasi Gerakan Pramuka Jawa Timur agar semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda,” ujarnya.
Kak Arum menilai Pramuka memiliki modal sosial yang besar untuk menghadapi tantangan tersebut. Jaringan organisasi yang luas, keberadaan pembina dan pelatih, serta jumlah anggota yang besar merupakan kekuatan yang dapat dioptimalkan untuk membangun karakter generasi muda.
Ia menegaskan, pendidikan kepramukaan memiliki keunggulan karena karakter tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi dibentuk melalui pengalaman dan praktik langsung.
Prinsip learning by doing, sistem beregu, kegiatan di alam terbuka, dan latihan kepemimpinan menjadi kekuatan yang membuat pendidikan kepramukaan tetap relevan.
“Pendidikan kepramukaan harus terus kita kembangkan agar mampu melahirkan generasi yang mandiri, tangguh, bertanggung jawab, kreatif, adaptif, dan peduli terhadap sesama,” katanya.
Kak Arum juga mengajak seluruh jajaran Gerakan Pramuka Jawa Timur memperkuat pembinaan, meningkatkan kualitas organisasi, memperluas kolaborasi, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar Gerakan Pramuka mampu menjawab kebutuhan generasi muda sekaligus mengambil peran strategis dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita harus memastikan Gerakan Pramuka tetap menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi pemimpin masa depan,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap amanah dalam organisasi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian. “Setiap amanah harus menjadi pengabdian, setiap tantangan harus melahirkan inovasi, dan setiap langkah harus memberi manfaat bagi lahirnya generasi unggul Indonesia,” pungkas Kak Arum.
Pusdatin Kwarda Jatim

