GRESIK, 18 September 2026 — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gresik menggelar Workshop Kehumasan sebagai upaya meningkatkan keterampilan komunikasi, publikasi, dan pengelolaan informasi kepramukaan. Kegiatan berlangsung di Gedung Kwarcab Gresik, Jumat (18/9/2026).

Mengusung tema “Upgrade Skill, Bangun Citra, Bergerak Lebih Profesional”, workshop diikuti 30 peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing Kwartir Ranting (Kwarran) yang ada di Kabupaten Gresik. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya kemampuan kehumasan di tengah perkembangan media informasi yang semakin dinamis.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari tiga pemateri dengan sudut pandang yang saling melengkapi, mulai dari kehumasan dan jurnalistik hingga protokoler. Materi diarahkan agar peserta mampu mengemas berbagai aktivitas kepramukaan menjadi informasi yang menarik, informatif, akurat, dan layak dipublikasikan melalui media konvensional maupun digital.

Kak Masyudi dalam materinya menyampaikan bahwa humas harus mampu menjadi “HEBAT”, yaitu Hebat, Unggul, Manusiawi, Aktual, dan Sukses. Menurutnya, untuk menciptakan pemberitaan yang positif, seorang pewarta perlu memiliki empat hal penting, yaitu berakhlak mulia, memiliki sikap disiplin dan tegas, penuh perhitungan, serta menguasai teknologi informasi (IT).

Pesan tersebut menegaskan bahwa tugas kehumasan bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab, ketelitian, dan kemampuan memanfaatkan teknologi. Setiap informasi yang disampaikan kepada publik diharapkan dapat memperkuat citra positif Gerakan Pramuka.

Selanjutnya, Kak Nirafiyatur Risa membawakan materi jurnalistik dengan mengangkat pesan “Setiap Pramuka adalah Pewarta”, sebagaimana semangat yang dikutip dari Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anggota Pramuka memiliki kesempatan untuk turut menceritakan berbagai kegiatan, karya, dan kontribusi Gerakan Pramuka kepada masyarakat.

Kak Nira mengajak peserta untuk tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga mampu melihat setiap aktivitas kepramukaan sebagai sebuah informasi yang memiliki nilai untuk dibagikan kepada publik. Dengan kemampuan jurnalistik yang baik, berbagai kegiatan Pramuka dapat dikemas menjadi berita yang informatif, menarik, dan tetap berpegang pada etika pemberitaan.

Sementara itu, Kak Nazar Rusli menyampaikan materi mengenai protokoler. Ia menekankan bahwa seorang petugas protokoler harus memiliki kesiapan untuk menghadapi berbagai situasi.

“Setiap protokoler harus siap dalam kondisi apa pun,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam materi tersebut. Kesiapan, ketenangan, dan kemampuan beradaptasi diperlukan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan tata kelola acara.

Workshop ini tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pada penguatan citra Gerakan Pramuka. Setiap kegiatan yang dilaksanakan diharapkan dapat terdokumentasi dan tersampaikan kepada masyarakat dengan cara yang positif, akurat, serta profesional.

Melalui kegiatan ini, Kwarcab Gresik mendorong para peserta untuk semakin aktif mengambil peran dalam menyebarluaskan berbagai aktivitas dan kiprah Gerakan Pramuka. Kehumasan diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dokumentasi, tetapi mampu menjadi jembatan informasi antara Gerakan Pramuka dengan masyarakat.

Dengan semangat “Upgrade Skill, Bangun Citra, Bergerak Lebih Profesional”, Workshop Kehumasan Kwarcab Gresik menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kualitas komunikasi, publikasi, dan pelayanan informasi kepramukaan di era digital. Jurnalis : Nira

Pusdatin Kwarda Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *