Surabaya – Ulang Janji dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum bagi jajaran Gerakan Pramuka Jawa Timur untuk kembali meneguhkan komitmen pengabdian. Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., mengingatkan bahwa nilai-nilai Tri Satya harus diwujudkan dalam sikap dan keteladanan, bukan sekadar diucapkan dalam upacara.
Pesan tersebut disampaikan Kak Arum dalam kegiatan Ulang Janji Hari Pramuka ke-65 yang digelar di Halaman Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 230 peserta yang terdiri atas unsur pimpinan, andalan, staf, badan kelengkapan Kwarda Jawa Timur, Pramuka Penegak dan Pandega, serta Kwarcab se-Jawa Timur.
“Ulang Janji bukan sekadar mengucapkan kembali Tri Satya Pramuka, tetapi memperbarui tekad untuk menjadikannya sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” tegas Kak Arum.
Ia mengingatkan bahwa pembentukan karakter generasi muda membutuhkan keteladanan. Peserta didik, kata dia, tidak hanya belajar dari apa yang disampaikan pembina, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan dalam keseharian.
“Setiap pembina, pengurus, dan anggota dewasa Gerakan Pramuka harus mampu menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Kak Arum, pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membangun karakter karena proses pembelajarannya berlangsung melalui pengalaman, pembiasaan, kerja sama, dan keterlibatan langsung.
Semangat pengabdian tersebut juga tercermin melalui pemberian tanda penghargaan Pancawarsa kepada para anggota Gerakan Pramuka yang telah menunjukkan konsistensi dalam menjalankan pengabdian.
Kak Arum menegaskan, Pancawarsa bukan sekadar penghargaan atas lamanya masa bakti. Di balik tanda penghargaan tersebut terdapat ketekunan, loyalitas, konsistensi, dan keikhlasan dalam mendidik generasi muda. “Nilai terbesar seorang Pramuka bukanlah penghargaan yang diterima, melainkan manfaat yang ditinggalkan bagi sesama,” katanya.
Ia berharap para penerima Pancawarsa dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus mengabdikan diri melalui Gerakan Pramuka.
Menurutnya, semangat pengabdian dan keteladanan tersebut sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. “Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berintegritas, adaptif, kreatif, dan mampu bekerja sama. Semua nilai itu telah lama menjadi ruh pendidikan kepramukaan,” tutur Kak Arum.
Menutup sambutannya, Kak Arum mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka menjadikan momentum Hari Pramuka sebagai pengingat untuk terus memberikan manfaat. “Setiap amanah harus menjadi pengabdian, setiap tantangan harus melahirkan inovasi, dan setiap langkah harus memberi manfaat bagi lahirnya generasi unggul Indonesia,” pungkasnya.
Pusdatin Kwarda Jatim

