JOMBANG — Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pembinaan generasi muda melalui penyelenggaraan Pelatihan Manajemen Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan strategis ini resmi dibuka melalui upacara pembukaan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat.
Pada momentum pembukaan tersebut, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., diwakili oleh Wakil Ketua I Bidang Bela Negara dan Gudep Perguruan Tinggi, Kak H. M. Mujtahidur Ridho, M.Si., yang bertindak langsung sebagai pembina upacara pembukaan Pelatihan Manajemen SAKO Jawa Timur Tahun 2026.

Upacara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Kwarda Jatim, di antaranya Sekretaris Kwarda Jatim Kak Bambang Suyanto, S.H., S.Sos., M.Si., Wakil Ketua Kwarda Jatim Bidang Gudep, SAKO, dan Korwil Kak Drs. H. Mudjib Hasyim, M.Pd.I., serta Wakil Ketua Kwarda Jatim Bidang SAKA dan Pramuka Produktif Kak Dr. H. Basuki Babussalam, S.H., M.H.. Hadir pula para Pimpinan dan Andalan Kwarda Jatim, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jombang beserta jajaran pengurus, para Ketua Pimpinan SAKO Tingkat Daerah Jawa Timur atau yang mewakili, para pembina pendamping, serta adik-adik Pramuka Penegak Satuan Komunitas Pramuka se-Jawa Timur.
Dalam amanatnya membacakan sambutan tertulis Ketua Kwarda Jatim, Kak H. M. Mujtahidur Ridho, M.Si. menyampaikan bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi krisis multidimensi dan arus globalisasi yang memunculkan berbagai persoalan di kalangan kaum muda, yang dapat mengancam masa depan bangsa dan negara.
Menghadapi situasi tersebut, Gerakan Pramuka hadir sebagai salah satu solusi nyata melalui wadah pendidikan karakter yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan keterampilan hidup (life skills).
“Menyadari hal tersebut, berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat pemberdayaan Gerakan Pramuka sebagai optimalisasi pendidikan karakter untuk menjawab tantangan zaman. Maka Satuan Komunitas Pramuka (SAKO) sebagai pilar Gerakan Pramuka perlu membuat indikator dalam mencapai keberhasilan pendidikan karakter. Salah satunya mengantarkan adik-adik mampu memiliki kemampuan spiritual, intelektual, keterampilan, dan budi pekerti,” ujar Kak Mujtahidur Ridho menyampaikan pesan Ketua Kwarda Jatim.
Lebih lanjut ditekankan bahwa Satuan Komunitas Pramuka sebagai wadah pembinaan memiliki tugas utama dalam pembentukan karakter generasi bangsa yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing. Tantangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, tetapi juga bagaimana membentuk karakter, kreativitas, dan produktivitas peserta didik agar menjadi pribadi yang mandiri, aktif, dan kreatif.

Generasi muda masa kini yang tumbuh bersama kecanggihan teknologi membutuhkan pendekatan pembinaan yang adaptif dan produktif, namun tetap teguh memegang Prinsip Dasar Kepramukaan. Oleh karena itu, SAKO memiliki peran penting melalui penyelenggaraan kegiatan yang edukatif, inovatif, dan produktif.
“Satuan Komunitas Pramuka bukan hanya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan kepramukaan semata, melainkan menjadi pusat pembinaan karakter, pengembangan kreativitas, dan penguatan potensi peserta didik. Melalui kegiatan Pelatihan Manajemen SAKO Jawa Timur Tahun 2026 ini, kami ingin mendorong setiap pangkalan SAKO di Jawa Timur mampu menjalankan program Pramuka Produktif secara aktif dan berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” jelasnya.

Melalui penguatan peran pembina Pramuka serta keterlibatan aktif peserta didik, SAKO diharapkan mampu bertransformasi menjadi wadah yang menarik, menantang, dan menyenangkan dalam menumbuhkan semangat kolaborasi, kreativitas, serta kepedulian sosial.
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat dan komitmen seluruh Pimpinan SAKO Tingkat Daerah Jawa Timur, pembina pendamping, serta seluruh peserta yang hadir menyukseskan kegiatan ini.
Pelatihan Manajemen SAKO Jawa Timur Tahun 2026 ini ditegaskan bukan sekadar menjadi media pertemuan dan diskusi, melainkan langkah nyata dalam memperkuat kualitas Gugus Depan, meningkatkan kapasitas pembina, serta mendorong pemanfaatan digitalisasi demi terwujudnya Gerakan Pramuka yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.
Menutup amanatnya sebelum membuka kegiatan secara resmi, Kak Mujtahidur Ridho berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan momentum pelatihan ini secara optimal.
“Manfaatkanlah kegiatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Serap ilmu yang dibagikan, diskusikan kendala yang dihadapi di lapangan, dan bawa pulang formula terbaik untuk diterapkan di daerah masing-masing,” pungkasnya yang kemudian dilanjutkan dengan pernyataan pembukaan kegiatan secara resmi.
Pusdatin Kwarda Jatim