Bupati Magetan Resmi Dilantik Jadi Kamabicab, Kwarda Jatim Dorong Cetak Generasi Emas 2045

Date:

Magetan – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL resmi melantik Bupati Magetan Kak Hj. Nanik Endang Rusminarti, M.Pd. sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Magetan Masa Bakti 2025-2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat pada Rabu, 29 April 2026 di Pendapa Surya Graha Kabupaten Magetan.

Tidak hanya Mabicab, pada kesempatan yang sama juga dilantik Pengurus Kwartir Cabang dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Magetan Masa Bakti 2026-2031. Acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Magetan, para pengurus Kwartir Ranting, serta pembina Gugus Depan se-Kabupaten Magetan yang memenuhi pendapa.

Dalam pelantikan tersebut, Kak Arum Sabil hadir didampingi jajaran Kwarda Jatim, yakni Kak Mahsun Ismail, Kak Bambang Suyanto, Kak Adie Kurniawan, dan Kak Mas’ul Hadi, beserta staf dan Tim Media Kwarda Jatim. Kehadiran lengkap unsur Kwarda ini menegaskan dukungan penuh bagi kebangkitan Pramuka Magetan.

Mengawali sambutannya, Kak Arum Sabil menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Gubernur Jawa Timur Kak Khofifah Indar Parawangsa. “Selamat dan sukses telah dilantik pada hari ini. Semoga dari Magetan akan lahir generasi unggul di masa yang akan datang,” ucap Kak Arum menyampaikan pesan Gubernur.

Kak Arum mengingatkan nilai historis lokasi pelantikan. “Kakak-kakak kita berdiri di Pendopo Kabupaten Magetan, di tempat bersejarah ini, kita diingatkan bahwa mencetak generasi unggul adalah tugas bersama,” tegasnya di hadapan peserta.

Lebih lanjut, ia mengajak peserta merenungkan luasnya Nusantara. “Bumi Nusantara ini bukan hanya Magetan atau Jawa Timur. Kita punya 17 ribu pulau, ribuan suku, dan 700 bahasa. Yang akan menjaganya adalah generasi yang kita siapkan hari ini, untuk masa depan yang akan datang,” ujar Kak Arum.

Ia juga menyinggung pengorbanan para pendahulu bangsa. Nenek moyang telah mempertaruhkan jiwa, raga, darah, dan harta agar Indonesia merdeka. “Kini kita bisa menikmati kemerdekaan yang disiapkan oleh mereka. Tugas kita melanjutkan perjuangan itu lewat pembinaan generasi muda,” tambahnya.

Menyoal tantangan menuju Indonesia Emas 2045, Kak Arum menyoroti kondisi pemuda saat ini. “Generasi emas 2045 tinggal 19 tahun lagi. Namun banyak pemuda-pemudi bangsa Indonesia saat ini sudah terserang penyakit dan kekurangan vitamin. Ini dapat melemahkan upaya penguatan generasi emas mendatang,” katanya.

Oleh karena itu, Kak Arum menegaskan peran strategis Gerakan Pramuka. Melalui pendidikan kepramukaan, anak muda ditempa menjadi pribadi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan. Pramuka harus hadir sebagai solusi atas krisis kualitas generasi.

Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi Gerakan Pramuka di Magetan. Dengan kepemimpinan Bupati Nanik sebagai Kamabicab, sinergi antara pemerintah daerah dan Pramuka diyakini semakin kuat untuk melahirkan program pembinaan yang menyentuh langsung anggota muda.

Rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan penuh semangat kepramukaan. Usai pelantikan, seluruh pengurus baru menyatakan komitmen untuk bekerja nyata mencetak kader bangsa yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dari Bumi Magetan.

Pusdatin Kwarda Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

Popular

More like this
Related

“Menanam Jeruk, Memetik Kemandirian: Harjito sebagai Pelatih Pembina Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan”

“Keberhasilan membutuhkan keuletan, keyakinan, dan keberanian membaca peluang. Setiap...

Kolaborasi TNI AU, PT SGN, APTRI, dan Kwarda Pramuka Jatim Perkuat Langkah Menuju Swasembada Gula Nasional

Jember – Semangat kolaborasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional...

Pelatih Sejati Itu Seperti Bumi.”Diam Menopang, Sunyi Menumbuhkan, dan Tetap Memberi Manfaat bagi Kaderisasi Pramuka”

Oleh: Kak Dr. H. Jainudin, M.SiKapusdiklatda ARGASONYAKwartir Daerah Jawa...

Energi Besar Itu Bernama Pelatih Pembina Pramuka

Gerakan Pramuka tidak hanya hidup karena struktur, seragam, atau...