DKD Jawa Timur Gelar Sidparda 2026, Perkuat Peran Dewan Kerja Hadapi Era Perubahan

Date:

Surabaya- Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur menggelar Sidang Paripurna Daerah (Sidparda) pada Sabtu (11/04/2026). Diikuti oleh 37 pasang delegasi dewan kerja cabang, dengan Kota Batu menjadi satu-satunya daerah yang tidak hadir, Sidparda Jatim 2026 merupakan forum berkala bagi Dewan Kerja Dsebagai strategi pengendalian operasional pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.

Bertempat di aula Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Organisasi dan Hukum Kwarda Jawa Timur, Dr. Muchammad Taufiq S.H., M.H., CLMA. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran dewan kerja dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Suara dewan kerja harus lantang menggema dan menembus pelosok-pelosok desa sebagaimana semangat menyanyikan hymne pramuka hari ini,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa dewan kerja merupakan wadah pembinaan generasi muda yang sarat nilai pengabdian dan karya.

Menurutnya, Gerakan Pramuka harus dimaknai sebagai gerakan aktif yang mendorong anggotanya untuk terus berkarya dan berdaya. “Kita harus bergerak, berkarya, dan berdaya bukan untuk siapa-siapa, namun untuk diri sendiri agar mampu bermanfaat bagi orang lain,” tambahnya.

Sidparda Jatim 2026 merupakan forum pembahasan arah gerak Dewan Kerja Daerah masa bakti 2025–2030. Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi program kerja tahun 2026 serta perencanaan program kerja tahun 2027.

Mengusung tema “Menata Langkah, Menguatkan Sinergi, Menuju Keberlanjutan”, Sidparda Jatim 2026 menjadi momentum penyatuan visi dan gerak. Forum ini diharapkan mampu mendorong Jawa Timur menjadi pionir dalam pengembangan Gerakan Pramuka yang berdampak luas.

Kemudian dalam kesempatan ini, Ketua DKD Jawa Timur terpilih, Kak Yusya Giri Pangestu, turut menyampaikan bahwa melalui penguatan kerja sama dan kolaborasi, Pramuka Penegak dan Pandega Jawa Timur diyakini mampu bersaing dan menjadi pionir pembangunan di tengah era perubahan. “Dengan sinergi yang kuat, saya optimistis Penegak dan Pandega Jawa Timur dapat mengambil peran strategis dan menjadi pelopor dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya konsistensi gerakan dalam menjawab kebutuhan generasi muda saat ini. “Kita tidak hanya dituntut untuk aktif, tetapi juga adaptif dan inovatif agar gerakan ini tetap relevan dan berdampak,” pungkasnya. (*Aqilah Nur Safura)

Pusdatin Kwarda Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Share post:

Subscribe

Popular

More like this
Related

395 Siswa Baru Antusias Ikuti MOP SMPN 2 Taman, Api Unggun Jadi Momen Paling Berkesan

Sidoarjo – Sebanyak 395 siswa-siswi kelas VII SMP Negeri...

MATAPMA 2026 MAN 4 Kediri Tanamkan Nilai Tri Satya dan Dasa Dharma untuk Membentuk Generasi Berkarakter

Badas, Kabupaten Kediri– Gugus Depan Gerakan Pramuka MAN 4...

Menata Diri, Menyatukan Keunggulan dalam Tim Pelatih Lintas Generasi

Sebuah tim dapat dihuni oleh banyak pelatih yang cakap,...