SURABAYA – Suasana hangat penuh tawa dan cinta mewarnai halaman tengah Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya saat 300 Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) dari 38 Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Surabaya mengikuti Perkemahan Rabu Malam Kamis (Peraka), Rabu–Kamis (22–23/10/2025).
Kegiatan yang digelar di Kwarcab Surabaya ini menjadi ruang istimewa bagi para peserta untuk belajar mandiri, berani berinteraksi, dan menikmati kebersamaan dalam nuansa penuh keceriaan. Ketua Panitia, Kak Ali Muhaidhori, menyampaikan rasa syukur atas dukungan semua pihak. “Terima kasih kepada Kwarcab Surabaya dan para Kamabigus yang terus menunjukkan cinta dan kepedulian kepada adik-adik PBK. Mereka luar biasa, penuh semangat dan ketulusan,” ujarnya.
Ketua MKKS SLB Kota Surabaya, Kak Ita Susiana, turut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara sekolah, pembina, dan Kwarcab. “Semoga kolaborasi ini terus berlanjut. Dukungan ini sangat berarti bagi anak-anak kami,” tuturnya dengan penuh rasa bangga.
Keceriaan semakin terasa ketika Kak Satrio, Kepala Pusdatin Kwarcab Surabaya, mengajak seluruh peserta bernyanyi bersama lagu Kasih Ibu. “Belajarlah dengan gembira dan teruslah mandiri. Di sinilah tempatnya melatih keberanian dengan hati bahagia,” ucapnya.
Kemeriahan memuncak saat Kak Wahyudi Setiono, Pengawas PKLK kota Surabaya, membuka kegiatan dengan gaya interaktif. Ia memancing tawa peserta lewat kuis berhadiah uang tunai Rp100.000 dan memberikan santunan bagi anak yatim piatu serta pembina yang berstatus janda dan duda. “Datang ke sini harus bahagia!” serunya disambut tepuk tangan meriah.
Bahkan beberapa peserta kelompok C yang hafal surat pendek pun mendapat hadiah spontan, menambah semangat seluruh peserta.Selama dua hari, para PBK menikmati beragam kegiatan seru, selain upacara pembukaan, permainan siaga, pionering, halang rintang, pentas seni, hingga karnaval penutup yang sarat makna kebersamaan.
Peraka PKLK ini bukan sekadar perkemahan, melainkan panggung kehangatan dan pembuktian bahwa setiap Pramuka, tanpa terkecuali, mampu bersinar dengan kemampuan terbaiknya. Di sinilah semangat inklusi benar-benar hidup, tumbuh, dan menyala bersama api unggun malam kebersamaan. (KTJ)
Pusdatin Kwarda Jatim
