SURABAYA, Jawa Timur – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur secara resmi membuka perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2025 pada Selasa, 9 Desember 2025. Bertempat di Surabaya, forum tertinggi tingkat provinsi ini dihadiri oleh para pimpinan daerah dan delegasi dari 38 Kwartir Cabang se-Jawa Timur guna mengevaluasi kinerja serta merumuskan peta jalan organisasi untuk masa bakti 2025–2030.
Musda tahun ini mengusung tema “Gerakan Pramuka Adaptif, Produktif, dan Berkelanjutan,” yang mencerminkan respons organisasi terhadap tantangan era disrupsi. Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Bidang Organisasi, Hukum, Perencanaan, dan Pengembangan, Prof. Dr. H. M. Asrorun Niam Sholeh, M.A., serta Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D., yang bertindak mewakili Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida).
Dalam pidato pembukaannya, Prof. Asrorun Niam menegaskan urgensi Musda sebagai ruang demokrasi dan evaluasi krusial bagi keberlanjutan organisasi.
“Musda merupakan forum tertinggi bagi Gerakan Pramuka di tingkat provinsi untuk melakukan evaluasi atas kinerja yang telah dilakukan, merumuskan kebijakan dan program kerja, serta memilih ketua dan juga pengurus untuk periode mendatang,” ujar Prof. Asrorun Niam di hadapan para peserta.
Ia menekankan bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk mendiskusikan isu-isu strategis. “Musda ini adalah forum untuk kepentingan mendiskusikan berbagai isu-isu strategis terkait dengan kontribusi kita ke depan dengan berbagai tantangannya yang riil dan juga menantang,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Kak Emil Elestianto Dardak, menyoroti dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap eksistensi Pramuka di lingkungan pendidikan. Kak Emil menegaskan adanya kebijakan afirmatif yang kuat dari pemerintah daerah.
“Ada langkah afirmatif dari pemerintah bahwa Pramuka itu adalah gerakan yang harus, saya ulangi, harus diikuti oleh setiap insan yang ada di satuan pendidikan,” tegas Kak Emil Dardak dalam sambutannya.
Kak Emil juga menyatakan keyakinannya bahwa di bawah komitmen pemerintah provinsi saat ini, Gerakan Pramuka akan terus disemarakkan di sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur, meskipun dihadapkan pada tantangan fiskal dan sumber daya.
Musyawarah Daerah ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Desember 2025. Selain mengevaluasi laporan pertanggungjawaban masa bakti 2020–2025, agenda utama pertemuan ini adalah pemilihan Ketua Kwartir Daerah yang baru serta penyusunan rencana kerja strategis yang selaras dengan kebutuhan generasi muda saat ini.