SURABAYA, Indonesia – Komisi B Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pramuka Jawa Timur 2025 mengambil langkah visioner dalam merumuskan peta jalan pembangunan pemuda untuk lima tahun ke depan. Dalam sidang yang digelar di Aula Utama, Rabu (10/12), komisi yang membidangi Anggota Muda dan Anggota Dewasa ini menyepakati integrasi radikal antara pendidikan kepanduan dengan kebutuhan pasar kerja global dan isu strategis nasional.
Di bawah pimpinan sidang M. Dji’an S.Pd., M.Pd., forum menyepakati rekomendasi krusial yang menggeser paradigma pembinaan dari sekadar aktivitas lapangan menjadi pencetak talenta siap kerja.
Isu Utama ‘Job Creation’ dan Sertifikasi Profesional di Kwarda Jatim
Salah satu terobosan paling signifikan adalah dorongan untuk menyelenggarakan kegiatan Job Creation bagi anggota muda. Komisi B merekomendasikan agar Kwarda Jatim menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
“Menyelenggarakan kegiatan job creation bagi anggota muda yang bekerjasama dengan Disnaker, agar sertifikatnya dapat digunakan untuk recruitment tenaga kerja,” demikian bunyi salah satu poin rekomendasi strategis yang disepakati. Langkah ini dinilai akan meningkatkan nilai tawar anggota Pramuka di pasar tenaga kerja profesional.
Pramuka Garuda sebagai Jalur Prestasi Akademik
Selain aspek vokasi, sidang juga memperkuat posisi Pramuka Garuda sebagai puncak prestasi anggota muda. Forum menetapkan target ambisius namun terukur, yakni pencapaian Pramuka Garuda sebesar 5% untuk setiap golongan peserta didik.
Lebih jauh, Komisi B mendesak adanya pengakuan formal dari institusi pendidikan. “Sedapat mungkin sertifikat Pramuka Garuda bisa diakui dapat digunakan untuk masuk ke perguruan tinggi dan sekolah,” bunyi notulensi sidang, menegaskan komitmen organisasi untuk memberikan manfaat nyata bagi masa depan akademis anggotanya.
Penyelarasan dengan Nawa Bakti Satya dan Ketahanan Pangan
Merespons tantangan global, Komisi B juga menyepakati bahwa sistem pembinaan anggota muda tidak boleh berjalan di ruang hampa. Program kerja Kwarda Jatim ke depan wajib diselaraskan dengan visi pemerintah provinsi, yakni Nawa Bhakti Satya, dengan penekanan khusus pada sektor ketahanan pangan.
“Penyelenggaraan pengembangan sistem pembinaan anggota muda sebaiknya disesuaikan dengan nawa cita dan nawa bakti Jawa Timur, utamanya dalam ketahanan pangan,” tegas rekomendasi tersebut.
Sidang ini dipimpin oleh formasi pimpinan yang solid, terdiri dari Ketua M. Dji’an S.Pd., M.Pd., Sekretaris Siti Achya S.Pd., M.Pd., serta anggota Arman, S.Pd., Supriadi S.Pd., dan Mulyono, M.Pd.. Keputusan ini diharapkan menjadi game changer dalam menjadikan Pramuka Jatim sebagai organisasi yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.