SURABAYA, Indonesia – Semangat transformasi digital dan penyempurnaan tata kelola organisasi menjadi nafas utama dalam Sidang Komisi B Musyawarah Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur 2025. Forum yang berlangsung di Surabaya pada Rabu (10/12) ini menegaskan komitmen kuat Kwartir Daerah (Kwarda) Jatim untuk menghadirkan stabilitas sistem data anggota sebagai fondasi organisasi modern yang akuntabel dan terpercaya.
Diskusi produktif mengenai pengembangan aplikasi “Ayo Pramuka” dan sistem “SIPA” mewarnai sesi Optimalisasi Organisasi, mencerminkan tingginya antusiasme Kwartir Cabang (Kwarcab) untuk bersama-sama mewujudkan layanan data yang real-time dan andal demi kemajuan bersama.
Kwarda Jatim menunjukkan sikap responsif dan terbuka terhadap aspirasi peserta sidang terkait digitalisasi. Forum menampung masukan konstruktif untuk meningkatkan performa aplikasi “Ayo Pramuka”, khususnya dalam menunjang proses penilaian Tim Penilai Pramuka Garuda (TPGP).
Aspirasi untuk mengadopsi kembali kehandalan fitur real-time dari sistem SIPA diterima sebagai standar acuan mutu. “Sistem Ayo Pramuka bisa diakses secara mudah seperti SIPA,” menjadi rekomendasi strategis yang disepakati.
Hal ini bertujuan mengakomodasi Kwarcab yang sudah merasa nyaman dan percaya dengan sistem baru “Ayo Pramuka”, sekaligus menjawab harapan Kwarcab lain yang menginginkan kecepatan akses data. Langkah ini dinilai sebagai jalan tengah bijak untuk menghadirkan teknologi terbaik bagi Pramuka Jatim.
Komitmen Kwarda Jatim dalam memajukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga terlihat dari penajaman visi pengelolaan organisasi. Forum menyepakati langkah progresif dengan meningkatkan nomenklatur program dari sekadar “pembinaan” menjadi “peningkatan kompetensi”.
Revisi strategis ini berbunyi: “Kwarda Jawa Timur melaksanakan pembinaan dan peningkatan kompetensi bagi pusdiklat, sekretaris, staf dan dewan kerja.”
Penambahan frasa ini menegaskan visi Kwarda Jatim untuk tidak hanya membina, tetapi benar-benar mencetak staf dan pengelola organisasi yang memiliki keahlian (skill) terukur dan profesional.
Dalam hal distribusi kewenangan pelatihan, sidang membangun kesepahaman positif mengenai pembagian peran yang efektif. Muncul dorongan kuat agar Kwarda dapat lebih fokus pada jenjang strategis pencetakan pelatih (KPD/KPL), sementara memberikan kepercayaan penuh kepada otonomi Kwarcab untuk mengelola kursus tingkat dasar dan mahir (KMD/KML).
Pembahasan teknis mengenai target pelaksanaan kursus ini direkomendasikan untuk dimatangkan pada Rapat Kerja mendatang, sebagai wujud sinergi yang harmonis antara Kwarda dan Kwarcab.
Keputusan-keputusan visioner ini disahkan oleh Ketua Sidang M. Dji’an S.Pd., M.Pd. dan Sekretaris Siti Achya S.Pd., M.Pd., menandai kesiapan Gerakan Pramuka Jawa Timur untuk terus berbenah dan melangkah optimis menyongsong era organisasi yang semakin profesional dan adaptif.