Kemanusiaan Tak Kenal Batas, 2 Biksu Thailand Ikuti Donor Darah di Kwarda Jatim

Date:

Surabaya – Aksi donor darah dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 di Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Senin (10/8/2026), menghadirkan kisah human interest yang menarik.

2 biksu asal Thailand, Bhante Katanyu Vaddhasilo Thera dan Bhante Bunson Abhipanyo Thera, yang sedang menjalankan tugas di Indonesia, secara spontan ikut mendonorkan darah setelah mengetahui adanya kegiatan donor darah di Kwarda Jatim.

Keikutsertaan keduanya bahkan berada di luar agenda kegiatan. Setelah mengetahui informasi mengenai donor darah yang digelar Kwarda Jatim bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya, keduanya justru bertanya apakah warga negara asing diperbolehkan ikut donor darah.

Setelah mendapat penjelasan bahwa mereka dapat berpartisipasi, keduanya langsung menyatakan keinginan untuk ikut mendonorkan darah.Tidak ada ajakan khusus dari panitia. Keputusan tersebut murni lahir dari keinginan pribadi untuk membantu sesama.

“Saya sangat kagum dengan kegiatan Pramuka di Jawa Timur. Saya baru mengetahui bahwa Pramuka memiliki kegiatan donor darah secara rutin. Ketika melihat kegiatan ini, saya langsung bertanya apakah orang asing boleh ikut donor. Saya ingin membantu sesama, karena kemanusiaan tidak mengenal batas negara,” ujar Bhante Katanyu Vaddhasilo Thera.

Ia mengaku kegiatan donor darah juga dikenal di Thailand. Namun, dirinya baru mengetahui bahwa Gerakan Pramuka di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, memiliki kegiatan donor darah yang dilakukan secara rutin.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Pramuka ini. Di Thailand juga ada donor darah, tetapi saya baru mengetahui bahwa Pramuka di Indonesia memiliki kegiatan kemanusiaan seperti ini. Menurut saya, ini kegiatan yang sangat baik karena dapat membantu banyak orang,” katanya.

Kehadiran kedua biksu tersebut menjadi warna tersendiri dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65. Aksi spontan itu sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan dapat melampaui batas negara, organisasi, maupun latar belakang.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, mengapresiasi keikutsertaan kedua biksu asal Thailand tersebut.

“Ini menjadi contoh bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas. Ketika kita melakukan kebaikan dengan tulus, siapa pun bisa tergerak untuk ikut mengambil bagian. Inilah semangat Pramuka, hadir dan memberikan manfaat bagi sesama,” ujar Kak Arum Sabil.

Menurutnya, donor darah merupakan bentuk sederhana dari pengabdian, tetapi memiliki dampak yang besar bagi masyarakat. “Pramuka harus hadir dengan aksi nyata. Jangan hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi kita tunjukkan melalui tindakan. Setetes darah yang kita berikan bisa menjadi harapan bagi orang lain,” tegasnya.

Kegiatan donor darah tersebut berlangsung pukul 10.00–15.00 WIB bekerja sama dengan PMI Kota Surabaya dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Jawa Timur.

Kisah dua biksu Thailand ini menjadi pesan kuat bahwa kemanusiaan merupakan bahasa universal. Tidak perlu berasal dari negara yang sama, tidak perlu berada dalam organisasi yang sama, dan tidak perlu memiliki latar belakang yang sama untuk melakukan kebaikan.

Pusdatin Kwarda Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Share post:

Subscribe

Popular

More like this
Related

Kapala MTs Al Khoiriyah 1 Delegan Lepas Dua Anggota Pramuka Ikuti Jamnas XII

DALEGAN 10 agustus 2026. Pagi yang cerah di hari...

Wujud Kemanusiaan Tanpa Batas, Dua Biksu Asal Thailand Ikut Donor Darah di Kwarda Jatim

SURABAYA — Aksi donor darah dalam rangka memperingati Hari...

Pramuka Jatim Tak Sekadar Upacara, Hari Pramuka ke-65 Dirayakan dengan Setetes Darah untuk Kemanusiaan

SURABAYA – Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 tidak sekadar...

Donor Darah Peringati Hari Pramuka ke-65, Kwarda Jatim Teguhkan Semangat Bakti dan Kemanusiaan

SURABAYA — Memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Kwartir...