SURABAYA – Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 tidak sekadar dirayakan dengan upacara dan seremoni. Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur menerjemahkan momentum tersebut dalam aksi nyata kemanusiaan melalui kegiatan donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya, Senin (10/8/2026).
Kegiatan donor darah berlangsung pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus menegaskan komitmen Gerakan Pramuka Jawa Timur untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, mengatakan donor darah merupakan bentuk sederhana dari pengabdian, tetapi memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar.
Menurutnya, semangat Pramuka harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pramuka harus hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata. Donor darah ini merupakan salah satu bentuk pengabdian yang sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Kak Arum Sabil.
Ia menegaskan, momentum Hari Pramuka ke-65 harus menjadi pengingat bagi seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk terus memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong.
“Setetes darah yang kita berikan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi orang yang sedang membutuhkan, itu bisa menjadi harapan, bahkan menjadi bagian dari perjuangan untuk menyelamatkan kehidupannya,” tegasnya.
Kak Arum juga mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka, terutama generasi muda, untuk tidak ragu mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Jangan sampai semangat Pramuka hanya terlihat dari seragam dan kegiatan seremonial. Semangat Pramuka harus terlihat dari kebermanfaatan kita. Di mana masyarakat membutuhkan, di situ Pramuka harus hadir,” katanya.
Senada dengan Kak Arum, menurut Kak Bambang Suyanto, kegiatan donor darah menjadi agenda kemanusiaan yang secara konsisten dilaksanakan Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur setiap memperingati Hari Pramuka.
“Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 melaksanakan donor darah setiap tahunnya,” ujar Pria yang akrab dipanggil Kak Chemy ini.
Menurutnya, kegiatan donor darah bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran anggota Pramuka agar memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap sesama.
“Donor darah menjadi bentuk nyata kepedulian Pramuka. Melalui aksi sederhana ini, kita ingin terus menumbuhkan semangat berbagi dan pengabdian kepada sesama,” ujar Kak Bambang Suyanto.
Sementara itu, Kak Adie Kurniawan memberikan pesan khusus kepada generasi muda. Ia mengajak anak-anak muda untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan melalui donor darah. “Setiap anak muda harus ikut donor darah,” tegas Kak Adie Kurniawan.
Menurut Kak Adie, donor darah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata generasi muda. “Dengan meluangkan waktu dan memberikan darah, seseorang dapat membantu orang lain yang sedang berada dalam kondisi membutuhkan,” ungkapnya.
Ajakan serupa disampaikan Kak Masul Hadi. Ia mengingatkan bahwa aksi donor darah tidak membutuhkan sesuatu yang besar untuk bisa memberikan manfaat besar bagi orang lain.
“Ayo donor darah, karena setetes darah kita bisa membantu banyak orang,” kata Kak Masul Hadi.
Menurut Kak Masul, hari Pramuka ke-65 tidak hanya dirayakan dengan upacara saja, tetapi harus dengan aksi. Bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan kepedulian. Dan bukan hanya dengan seremoni, tetapi dengan setetes darah yang bisa menjadi harapan bagi kehidupan orang lain.
“Karena bagi kemanusiaan, setetes darah yang kita berikan hari ini bisa menjadi alasan bagi seseorang untuk terus bertahan dan kembali menatap masa depan,” pungkasnya.
Pusdatin Kwarda Jatim

