SURABAYA, Indonesia (17/10) – Eksplorasi teknologi komunikasi radio tingkat lanjut menjadi salah satu agenda praktis pada JOTA-JOTI Kwarda Jawa Timur 2026. Praktik ini berlokasi di stasiun radio YH3AAJ Markas Kwarda Jatim, Surabaya, pada 16 hingga 18 Oktober 2026.
Para peserta luring mendapatkan instruksi teknis langsung dari instruktur ORARI Daerah Jawa Timur. Target utamanya adalah mengakses frekuensi sinyal satelit amatir yang sedang mengorbit bumi.
Komunikasi ruang angkasa ini tidak menggunakan format suara manusia, melainkan transmisi data gambar melalui mode Slow Scan Television (SSTV). Untuk menerima data tersebut, peserta diajarkan memanfaatkan perangkat telepon pintar (smartphone) mereka masing-masing.
Instruktur dari ORARI Jatim mengarahkan peserta untuk mengunduh perangkat lunak bernama aplikasi Robot36. Aplikasi ini beroperasi sebagai dekoder audio visual pada perangkat seluler.
Peserta cukup mendekatkan mikrofon telepon pintar mereka ke pengeras suara pada perangkat radio komunikasi (HT) yang sedang menerima sinyal pantulan dari satelit. Sinyal audio berfrekuensi khusus yang keluar dari radio tersebut akan ditangkap oleh aplikasi.
Aplikasi Robot36 secara otomatis menerjemahkan suara bising tersebut menjadi tarikan garis dan piksel gambar. Dalam hitungan detik, suara tersebut berubah menjadi wujud foto yang tampil utuh di layar telepon pintar peserta.
Keberhasilan praktik SSTV ini memberikan kemampuan baru bagi peserta perwakilan Kwartir Cabang. Mereka mempraktikkan alternatif komunikasi darurat untuk pengiriman data visual tanpa bergantung pada ketersediaan jaringan internet maupun infrastruktur seluler operator darat.
Selain praktik SSTV satelit, kegiatan Jamboree On The Air (JOTA) ini juga diisi dengan ragam simulasi dasar radio amatir operasional. Di bawah pengawasan Tim Lokal ORARI Daerah Jawa Timur, 76 delegasi Kwartir Cabang mempraktikkan langsung prosedur Emergency Communication (ECE) atau komunikasi darurat yang krusial digunakan saat insiden kebencanaan.
Peserta juga dilatih secara intensif mengenai etika komunikasi radio amatir profesional dan tata cara penggunaan alfabet fonetik ICAO. Keterampilan dasar ini kemudian langsung diaplikasikan dalam pelaksanaan Roll Call internasional memancar dari stasiun utama Kwarda dengan kode pangkalan (callsign) YH3AAJ, serta keseruan praktik Giat Lapangan ORARI berupa Fox Hunting untuk melacak titik sumber sinyal radio amatir yang disembunyikan.
Pusdatin Kwarda Jatim