Buperta Cibubur, 17 Agustus 2026. Di bawah bentangan langit yang megah di atas bumi perkemahan Jambore Nasional XII 2026, sinar matahari menyinari seragam cokelat para Pramuka yang mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai busana adat yang dikenakan oleh beberapa kontingen Kwartir Daerah semakin menambah kemegahan suasana upacara.
Nampak pula wajah-wajah ceria dan senyum para Pramuka sebelum mengikuti pawai kebudayaan. Beragam kekayaan budaya Nusantara hadir dan menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan. Tak ketinggalan, Kwarda Jawa Timur menampilkan kesenian Bantengan, sebuah seni tradisi yang sarat makna keberanian, ketangguhan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur.
Dalam kesempatan yang membahagiakan itu, sebelum pasukan dibubarkan, tanda penghargaan diberikan kepada Kak Basuki Babussalam, S.H., M.H., Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Bidang Saka dan Pramuka Produktif. Penyematan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian beliau yang besar dalam dunia kepramukaan.
Penghargaan berupa Lencana Melati tersebut disematkan oleh Kak Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Bagi saya, menyaksikan upacara yang dilaksanakan di Buperta Cibubur bukan sekadar menyaksikan sebuah rangkaian kegiatan. Ada semangat juang yang kembali tumbuh sebagai seorang pembina untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan Pramuka di gugus depan.
Bagaimana tidak, saat upacara berlangsung, saya melihat adik-adik Pramuka yang telah mencapai berbagai tingkatan dan penghargaan, bahkan hingga Pramuka Garuda. Tidak hanya itu, nilai plus lainnya juga terlihat ketika mereka dipercaya menjadi petugas upacara.
Mereka tampil begitu gagah, penuh wibawa, disiplin, percaya diri, terampil, dan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Melihat mereka berdiri tegap sebagai petugas upacara menjadi pemandangan yang membanggakan sekaligus membakar semangat saya sebagai pembina.
Pemandangan tersebut semakin meyakinkan saya bahwa Pramuka bukan sekadar tentang mengenakan seragam atau mengikuti kegiatan perkemahan. Di balik setiap tanda penghargaan dan keterampilan yang mereka miliki, ada proses pembinaan yang panjang, konsisten, dan penuh kesabaran.
Sebagai pembina di gugus depan, saya merasa tertantang untuk membawa semangat yang saya lihat di Buperta Cibubur ini pulang ke pangkalan. Saya ingin adik-adik di gugus depan tidak hanya aktif mengikuti kegiatan, tetapi juga tumbuh menjadi Pramuka yang berkarakter, mandiri, disiplin, percaya diri, berprestasi, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran.
Karena pada akhirnya, tugas seorang pembina bukan hanya menciptakan peserta didik yang mampu mengikuti kegiatan Pramuka, tetapi membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi terbaik dalam dirinya.
Apa yang saya lihat hari ini menjadi pengingat bagi saya: kalau mereka bisa tumbuh hebat melalui proses pembinaan, maka adik-adik di gugus depan kita pun pasti bisa. Tinggal bagaimana kita sebagai pembina mau terus belajar, berproses, dan tidak pernah lelah memberikan yang terbaik.
Pusdatin Kwarda Jatim

