Jember – Semangat kolaborasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional tercermin dalam kegiatan Panen Raya yang digelar di lahan P4S Taruna Bhumi, kawasan PG Semboro, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini mempertemukan TNI Angkatan Udara, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), serta Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam satu komitmen membangun masa depan industri gula Indonesia.
Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi berbagai elemen bangsa untuk memperkuat pemberdayaan petani tebu, meningkatkan produktivitas industri gula nasional, serta mempercepat terwujudnya swasembada gula Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.
PT Sinergi Gula Nusantara di bawah kepemimpinan Direktur Utama Mahmudi bersama APTRI yang dibina Ketua Dewan Pembina H. M. Arum Sabil terus mendorong terbangunnya kerja sama yang erat antara pemerintah, pelaku industri, petani, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat sektor pergulaan nasional.
Pada kesempatan tersebut, para Ketua DPD APTRI dari seluruh Indonesia bersama perwakilan petani tebu dari Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi secara resmi mendeklarasikan dan mengukuhkan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., sebagai Ketua Dewan Penasehat APTRI.
Pengukuhan tersebut menjadi simbol semakin kuatnya sinergi antara TNI Angkatan Udara dan para petani tebu dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, khususnya industri gula nasional. Kehadiran Marsekal TNI M. Tonny Harjono diharapkan mampu memberikan semangat baru dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan petani tebu Indonesia.
Keluarga Besar PT Sinergi Gula Nusantara dan APTRI menyampaikan apresiasi serta penghargaan atas kesediaan Kepala Staf Angkatan Udara mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Penasehat APTRI. Amanah tersebut diharapkan semakin mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi, serta menumbuhkan optimisme dalam mewujudkan industri gula nasional yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, seluruh pihak berkomitmen menjadikan sektor pergulaan nasional sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan Indonesia. Dari ladang tebu tumbuh harapan, dari kebersamaan lahir kekuatan, dan melalui pengabdian bersama terwujud cita-cita Indonesia yang berdaulat dalam memenuhi kebutuhan gula nasional.
Pusdatin Kwarda Jawa Timur

