Ribuan Warga Padati Praonan Pasuruan, Saka Bhayangkara Polsek Bugul Kidul Turut Kawal Keamanan

Date:

Kota Pasuruan – Memasuki hari ke tujuh Lebaran, suasana pesisir utara Kota Pasuruan kembali dipenuhi semarak masyarakat yang merayakan tradisi tahunan “Praonan”. Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran Ketupat atau yang dikenal sebagai “Riyaya Kupat”, yang selalu dinanti oleh warga pesisir maupun pengunjung dari berbagai daerah.

Praonan merupakan tradisi turun-temurun di mana masyarakat merayakan hari ketujuh Lebaran dengan menaiki perahu nelayan dan berkeliling di perairan laut utara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengundang ribuan pengunjung setiap tahunnya.

Pada tahun ini, kegiatan Praonan diselenggarakan pada Sabtu, 28 Maret 2026. Rangkaian acara diawali dengan apel bersama sebagai bentuk kesiapan seluruh unsur pengamanan dan panitia dalam memastikan kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar sejak awal hingga selesai.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Kawasan pelabuhan dan pesisir dipadati pengunjung yang ingin merasakan sensasi berlayar menggunakan perahu nelayan yang telah dihias dengan warna-warni menarik. Puluhan perahu tampak hilir mudik membawa penumpang, menciptakan pemandangan yang meriah di tengah laut.
Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung, Saka Bhayangkara Polsek Bugul Kidul turut ambil bagian dalam Karya Bakti Lebaran.

Di bawah bimbingan pihak kepolisian, para anggota Saka Bhayangkara menjalankan berbagai tugas penting di lapangan.
Tugas yang dilaksanakan meliputi pengaturan arus lalu lintas di sekitar akses menuju pelabuhan, edukasi keselamatan kepada pengunjung agar tidak melebihi kapasitas muatan perahu, serta memberikan pelayanan informasi dan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk pertolongan medis ringan di posko pengamanan.

Pengamanan kegiatan ini tidak hanya melibatkan Saka Bhayangkara, tetapi juga berbagai unsur lainnya seperti TNI, POLRI, POLAIRUD, PMI, BPBD, serta instansi dan organisasi masyarakat lainnya. Sinergi antar pihak ini menjadi kunci utama dalam memastikan tradisi Praonan tetap berlangsung dengan aman, tertib, dan tetap melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Penulis: Dzurrotun Nafisah
Pusdatin Kwarda Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

Popular

More like this
Related

Pelatih Sejati Itu Seperti Bumi.”Diam Menopang, Sunyi Menumbuhkan, dan Tetap Memberi Manfaat bagi Kaderisasi Pramuka”

Oleh: Kak Dr. H. Jainudin, M.SiKapusdiklatda ARGASONYAKwartir Daerah Jawa...

Energi Besar Itu Bernama Pelatih Pembina Pramuka

Gerakan Pramuka tidak hanya hidup karena struktur, seragam, atau...

KML Kwarcab Pasuruan Siapkan Pembina Penggalang sebagai Motor Penggerak Gugus Depan

PASURUAN, 6 Juli 2026 — Kwartir Cabang Gerakan Pramuka...

Kwarda Jawa Timur Perkuat Satuan Karya Pramuka melalui Reorganisasi dan Program Pramuka Produktif

Surabaya – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur terus memperkuat...