Surabaya – Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Dr. (HC) Khofifah Indar Parawansa, M.Si., resmi melepas Kontingen Daerah Jawa Timur untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (6/8/2026). Jambore Nasional akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta.
Dalam arahannya, Kak Khofifah menegaskan bahwa penyelenggaraan Jambore Nasional tahun ini memiliki makna yang sangat istimewa karena berlangsung bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, seluruh peserta diminta menjadikan Jamnas sebagai ruang memperkuat semangat kebangsaan.
“Jambore Nasional berlangsung di tengah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu saya mohon seluruh kontingen Jawa Timur memegang kuat semangat heroisme, nasionalisme, persatuan, dan kesatuan. Bangun persaudaraan untuk membangun NKRI, bangun persatuan untuk menguatkan NKRI, serta bangun semangat gotong royong untuk menjaga NKRI,” tegasnya.
Menurut Kak Khofifah, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa, apa pun profesi, daerah asal, maupun latar belakangnya.
“Jambore Nasional adalah momentum yang sangat mulia. Di sanalah para Pramuka dari seluruh Indonesia bergandengan tangan membangun persaudaraan, memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan memperkokoh integritas sebagai satu bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Jambore Nasional menjadi kesempatan berharga bagi para Pramuka untuk membangun jejaring persaudaraan lintas daerah. Karena itu, seluruh peserta diminta menjaga kesehatan, stamina, dan kekompakan selama mengikuti kegiatan.
“Biasanya pada pertemuan sebesar Jambore Nasional, para Pramuka akan memaksimalkan setiap kesempatan untuk membangun persaudaraan yang lebih luas. Saya berpesan, jaga kesehatan, jaga stamina, dan yang tidak kalah penting, jaga kekompakan agar mampu membawa nama baik Jawa Timur, Bumi Majapahit,” katanya.
Kak Khofifah juga menekankan bahwa Jawa Timur memiliki tanggung jawab moral sebagai daerah yang mewarisi nilai-nilai kebhinekaan sejak era Majapahit.
“Saya titipkan seluruh kontingen kepada Ketua Pimpinan Kontingen dan Ketua Kwarda Jawa Timur. Tolong dijaga sebaik-baiknya. Jawa Timur adalah bagian dari referensi Bumi Majapahit yang sejak dahulu menyemai kebhinekaan dalam napas keindonesiaan,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Kak Khofifah secara resmi melepas Kontingen Daerah Jawa Timur menuju Jambore Nasional XII Tahun 2026.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kontingen Daerah Jawa Timur untuk Jambore Nasional XII Tahun 2026 saya nyatakan resmi dilepas. Mudah-mudahan seluruh peserta diberikan kesehatan, kekuatan, dan Jawa Timur menjadi referensi bagi Pramuka Indonesia,” ucapnya.
Ia menutup sambutannya dengan pesan singkat yang menjadi bekal moral seluruh peserta. “Jaga karakter, jaga integritas, dan kuatkan semangat untuk menjaga serta membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., melaporkan bahwa Jawa Timur akan memberangkatkan 1.537 orang yang terdiri atas Pramuka Penggalang, Pramuka Berkebutuhan Khusus, para Pembina, serta unsur pimpinan kontingen.
“Jambore Nasional bukan sekadar pertemuan Pramuka dari seluruh Indonesia, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, persaudaraan, dan pengabdian bagi generasi muda,” ujar Kak Arum Sabil.
Selain mengirimkan salah satu kontingen terbesar, Jawa Timur juga akan menghadirkan Anjungan Jawa Timur sebagai etalase budaya, seni, pariwisata, produk kreatif, serta inovasi pendidikan kepramukaan.
“Anjungan tersebut diharapkan menjadi wajah Jawa Timur yang maju, kreatif, berbudaya, sekaligus menjunjung tinggi semangat gotong royong di tingkat nasional,” tuturnya.
Kak Arum menegaskan bahwa seluruh peserta merupakan duta terbaik Jawa Timur yang membawa nama baik daerah.
“Dari Bumi Majapahit, hari ini kita mengantar tunas-tunas bangsa menuju Bumi Perkemahan Cibubur. Mereka berangkat membawa kehormatan Jawa Timur dan, insyaallah, akan kembali membawa kebanggaan Indonesia,” tegasnya.
Ia pun berpesan agar para peserta tidak hanya meninggalkan jejak selama mengikuti Jambore Nasional, tetapi juga meninggalkan teladan melalui akhlak, persaudaraan, prestasi, dan pengabdian.
“Berangkatlah sebagai duta terbaik Jawa Timur. Jangan hanya meninggalkan jejak kaki di Bumi Perkemahan, tetapi tinggalkanlah jejak akhlak, persaudaraan, prestasi, dan pengabdian di hati seluruh Pramuka Indonesia. Karena Pramuka hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan,” pungkasnya.
Pusdatin Kwarda Jawa Timur

