Surabaya – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., menegaskan bahwa Kontingen Daerah Jawa Timur yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga mengemban misi memperkuat persaudaraan, menorehkan prestasi, dan menunjukkan karakter Pramuka Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kak Arum Sabil dalam acara Pelepasan Kontingen Daerah Jawa Timur menuju Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (6/8/2026). Jambore Nasional akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta.
Dalam laporannya, Kak Arum menyampaikan bahwa Jawa Timur akan memberangkatkan 1.537 peserta, yang terdiri atas Pramuka Penggalang, Pramuka Berkebutuhan Khusus, para Pembina, serta unsur pimpinan kontingen. “Jambore Nasional bukan sekadar pertemuan Pramuka dari seluruh Indonesia, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, persaudaraan, dan pengabdian bagi generasi muda,” ujarnya.
Menurut Kak Arum, keikutsertaan Jawa Timur pada Jambore Nasional tahun ini juga menjadi momentum untuk menampilkan potensi daerah melalui Anjungan Jawa Timur, yang akan memperkenalkan kekayaan budaya, seni, pariwisata, produk kreatif, serta inovasi pendidikan kepramukaan kepada peserta dari seluruh Indonesia.
“Anjungan Jawa Timur diharapkan menjadi etalase yang memperlihatkan wajah Jawa Timur sebagai daerah yang maju, kreatif, berbudaya, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong,” katanya.
Kak Arum menegaskan bahwa seluruh anggota kontingen merupakan duta terbaik Jawa Timur yang membawa amanah besar untuk menjaga nama baik daerah selama mengikuti kegiatan nasional.
“Dari Bumi Majapahit, hari ini kita mengantar tunas-tunas bangsa menuju Bumi Perkemahan Cibubur. Mereka berangkat membawa kehormatan Jawa Timur dan, insyaallah, akan kembali membawa kebanggaan Indonesia,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa nilai utama kepramukaan tidak terletak pada atribut yang dikenakan, melainkan pada keteladanan yang diwujudkan dalam sikap dan tindakan.
“Pramuka bukan sekadar mengenakan seragam, melainkan menghadirkan setiap pengabdian. Karena itu saya berharap seluruh peserta menunjukkan akhlak yang baik, menjaga disiplin, menghormati sesama, dan menjadi teladan selama berada di Jambore Nasional,” ujarnya.
Kepada seluruh peserta, Kak Arum juga menitipkan pesan agar menjadikan Jambore Nasional sebagai ruang belajar, membangun jejaring persahabatan, sekaligus mengukir prestasi yang membanggakan Jawa Timur.
“Berangkatlah sebagai duta terbaik Jawa Timur. Jangan hanya meninggalkan jejak kaki di Bumi Perkemahan, tetapi tinggalkanlah jejak akhlak, persaudaraan, prestasi, dan pengabdian di hati seluruh Pramuka Indonesia. Karena Pramuka hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan,” pesannya.
Ia berharap seluruh kontingen diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran selama mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 sehingga dapat kembali ke Jawa Timur dengan membawa pengalaman, ilmu pengetahuan, jaringan persahabatan, dan prestasi yang semakin menguatkan peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan generasi muda yang berkarakter.
“Semoga seluruh kontingen kembali ke Jawa Timur dengan membawa pengalaman yang berharga, memperluas persaudaraan, mengharumkan nama daerah, serta semakin meneguhkan Pramuka sebagai sekolah kehidupan bagi generasi penerus bangsa,” pungkas Kak Arum.
Pusdatin Kwarda Jawa Timur

