Gresik, 3 November 2026 – Pandu Ma’arif NU Cabang Gresik sukses menggelar tiga agenda besar kepramukaan dalam satu rangkaian kegiatan, yakni Kemah Besar Pandu Ma’arif NU, Karang Pamitran, dan Orientasi Bunda Prasiaga. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Bumi Perkemahan Universitas Sunan Gresik ini menjadi momentum kolaborasi, pengembangan kreativitas, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pendidikan kepramukaan.

Keberhasilan kegiatan terlihat dari seluruh rangkaian acara yang terlaksana dengan baik. Setiap agenda menghadirkan pemateri yang kompeten dan ahli di bidangnya sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berkegiatan, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan baru. Upacara pembukaan dipimpin oleh Muhammad Ali Faiq, M.H.I., selaku Pembina Upacara yang secara resmi membuka kegiatan yang diikuti ribuan peserta tersebut.

Dalam amanatnya, Muhammad Ali Faiq menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah sesama pegiat Pramuka, menjaga ketertiban, serta terus memupuk semangat berlatih dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas. Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan kepramukaan sebagai salah satu wadah strategis pembinaan karakter anak bangsa.

Prosesi pembukaan semakin semarak dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Pada malam pertama, suasana perkemahan diwarnai berbagai kreasi seni dan penampilan dari masing-masing ranting. Setiap penampilan menjadi ruang ekspresi kreativitas sekaligus ajang mempererat persaudaraan antarpeserta.

Memasuki malam kedua, kegiatan dilanjutkan dengan selawat bersama sebagai upaya menumbuhkan nilai religius, memperkuat kebersamaan, serta memanjatkan doa untuk keamanan dan perdamaian. Tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, perkemahan juga menghadirkan beragam aktivitas kreatif, kegiatan keterampilan, dan ketahanan pangan yang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta.

Selain Kemah Besar, kegiatan Karang Pamitran menjadi ruang peningkatan kapasitas dan penguatan kompetensi para pembina Pramuka. Melalui kegiatan ini, para pembina diharapkan dapat memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta meningkatkan kualitas pembinaan di pangkalan masing-masing.

Sementara itu, Orientasi Bunda Prasiaga diikuti oleh 169 peserta yang berasal dari bunda TK/PAUD wilayah utara, meliputi Kwarran Sidayu, Ujungpangkah, Bungah, dan Panceng. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat pemahaman tenaga pendidik dalam mengenalkan pendidikan kepramukaan sejak usia dini.

Materi yang diberikan meliputi pemahaman tentang pendidikan Prasiaga, metode membina dan mendidik, serta pembentukan karakter anak usia Prasiaga. Peserta juga dibekali kemampuan merancang program dan latihan Prasiaga, dilanjutkan dengan praktik langsung membina anak usia dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan para bunda memiliki bekal dan kreativitas dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, edukatif, serta sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Melalui penyelenggaraan Kemah Besar, Karang Pamitran, dan Orientasi Bunda Prasiaga dalam satu perhelatan, Pandu Ma’arif NU Cabang Gresik menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan pendidikan kepramukaan secara menyeluruh. Tidak hanya membina peserta didik, tetapi juga memperkuat kompetensi para pembina serta memperluas pemahaman pendidikan kepramukaan bagi bunda TK/PAUD.

Perhelatan ini menjadi bukti bahwa kegiatan kepramukaan dapat dikemas secara kolaboratif, kreatif, dan bermakna. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan terus berlanjut dalam pengabdian di masing-masing pangkalan dan ranting demi melahirkan generasi yang berkarakter, mandiri, terampil, serta siap menyongsong Indonesia Emas.

Jurnalis: Nirafiyatur Risa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *