SURABAYA – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menggelar Rapat Persiapan Sosialisasi Film Pramuka secara daring pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 16 Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka di Jawa Timur yang berada di wilayah dengan fasilitas Bioskop CGV sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan sosialisasi dan penayangan Film Pramuka.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kak Amanda Latief, Produser dari PT. Alamanda Mandiri Sejahtera, yang memaparkan rencana kolaborasi sekaligus memperkenalkan Film Pramuka sebagai media pembelajaran yang inspiratif bagi generasi muda.
Rapat dibuka oleh Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Bidang Pengabdian Masyarakat, Humas, dan Lingkungan Hidup, Kak Dr. H. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si. yang didampingi Kak Basuki Babussalam, Kak Mahsun Ismail, Kak Adie Kurniawan, Kak Masul Hadi, beserta staf dan Tim Media.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada PT. Alamanda Mandiri Sejahtera yang telah berinisiatif membangun kolaborasi bersama Gerakan Pramuka melalui produksi Film Pramuka.
“Atas nama Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Arum Sabil, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PT. Alamanda Mandiri Sejahtera yang telah berinisiatif dan berkolaborasi bersama Gerakan Pramuka untuk menghadirkan media kreatif berupa Film Pramuka,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah tantangan pembinaan generasi muda yang semakin dinamis, media audio visual memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi yang menarik, komunikatif, dan mudah diterima. Melalui film, nilai-nilai luhur Kepramukaan yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasadarma dapat disampaikan secara lebih hidup sehingga mampu menyentuh hati generasi muda.
Kak Akhmad Jazuli juga menegaskan bahwa Film Pramuka sejalan dengan program publikasi kehumasan Gerakan Pramuka dan memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai media pengabdian masyarakat untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan, kemandirian, dan kepedulian sosial; sebagai media kehumasan untuk memperkuat citra positif Gerakan Pramuka di tengah masyarakat; serta sebagai media edukasi lingkungan hidup yang menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan tanggung jawab menjaga kelestariannya.
Ia berharap seluruh pengurus Kwarcab dapat memahami pesan, nilai, serta strategi pemanfaatan Film Pramuka sehingga dapat digunakan sebagai media pembinaan yang kreatif dalam kegiatan rutin, perkemahan, maupun berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Jadikan film ini sebagai bahan pembinaan yang kreatif. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha dan Gerakan Pramuka dalam membangun karakter generasi muda Indonesia yang berkarakter, mandiri, dan berwawasan lingkungan,” pesannya.
Pelaksanaan sosialisasi sekaligus nonton bareng Film Pramuka rencana dimulai pada Agustus hingga Septemper 2026, dengan meghadirkan anggota dewasa yang dikoordinasikan bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag di Kabupaten/Kota.
Melalui rapat persiapan ini, Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur optimistis pelaksanaan sosialisasi Film Pramuka di 16 Kwarcab dapat berjalan dengan baik. Kehadiran film sebagai media pembinaan diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang lebih menarik, relevan, dan inspiratif sehingga semakin memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, peduli sesama, serta mencintai lingkungan.
Pusdatin Kwarda Jatim

