Ketua Kwarda Jatim Resmi Lantik Bupati Mojokerto Jadi Ketua Mabicab Pramuka 2025–2030

Mojokerto – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., resmi melantik Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mojokerto masa bakti 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama, Mojokerto, Rabu (24/9/2025).

Pada kesempatan yang sama, turut dilantik Ketua Kwarcab Mojokerto, Kak dr. Muhammad Rizal Octavian, beserta jajaran pengurus Kwarcab dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Mojokerto. Acara ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus kwartir ranting (Kwarran), serta perwakilan gugus depan se-Kabupaten Mojokerto.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarda Jatim, Kak Arum Sabil menegaskan pentingnya kehadiran Pramuka dalam membina generasi muda. Ia menyinggung fenomena sosial yang marak di media sosial, di mana banyak anak muda terlibat dalam aksi merusak fasilitas umum maupun tindakan lain yang merugikan masyarakat.

“Anak-anak muda pelakunya, mereka salah asuh, tidak ada pembimbingnya. Di sinilah peran Pramuka hadir, untuk membina generasi unggul yang siap memimpin di masa depan,” ujarnya.

Kak Arum mengingatkan bahwa Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud jika generasi muda dipersiapkan sejak dini dengan karakter, kesehatan, dan semangat kebangsaan yang kuat.

“Kalau Pramuka tidak hadir menjaga generasi dan menjaga NKRI, saya khawatir Indonesia tidak ada dalam peta dunia,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan anak-anak Indonesia yang semakin rentan terhadap penyakit tidak menular seperti diabetes dan penurunan fungsi ginjal.

“Dulu sebelum sekolah, kita diajak senam SKJ di bawah sinar matahari pagi supaya sehat dan kuat. Tapi sekarang, banyak anak kita tahu teori berlari, berenang, atau memanjat, tetapi tidak benar-benar bisa melakukannya. Padahal keterampilan itu penting untuk adaptasi dengan alam,” jelasnya.

Ia juga menyoroti dampak perkembangan teknologi yang berlebihan, yang bisa melumpuhkan daya cipta generasi muda. “Memuliakan teknologi itu baik, tapi jika salah arah justru bisa melumpuhkan. Daya cipta melemah, fisik tidak terbina, mental rapuh,” tambahnya.

Kak Arum mengingatkan sejarah bangsa-bangsa lain yang hilang dari peta dunia akibat hilangnya rasa kemanusiaan dan persatuan, seperti Yugoslavia, Libya, Irak, hingga Palestina.

“Indonesia memiliki 17.000 pulau, 1.300 suku, dan 700 bahasa. Kalau generasi muda tidak saling mengenal dan tidak menjaga rasa kemanusiaan, bagaimana kita bisa menjaga persatuan dan keharmonisan negeri ini?” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pihak, terutama Gerakan Pramuka, untuk terus membina generasi muda dengan sabar, bijak, dan penuh kesungguhan. “Barang siapa yang merendahkan dan memandang sebelah mata terhadap Gerakan Pramuka, maka alam akan merendahkan dan memandang sebelah mata kepadanya,” pungkasnya.

Dengan dilantiknya pengurus Mabicab dan Kwarcab Mojokerto yang baru, Kak Arum berharap Gerakan Pramuka di Mojokerto semakin aktif, produktif, dan menjadi contoh bagi daerah lain. Ia juga menekankan bahwa Gerakan Pramuka bukan hanya organisasi pendidikan, tetapi juga gerakan kebangsaan yang mempersiapkan generasi muda mencintai tanah air, disiplin, dan berkarakter kuat.

Pusdatin Kwarda Jatim