Pada rangkaian Challenge 1 bertema “Hijaukan Gudepku”, Pramuka SMAN 1 Kenduruan menjalankan serangkaian aksi lingkungan yang dirancang bukan hanya untuk merapikan area sekolah, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis jangka panjang dalam diri setiap anggota. Gerakan ini dilakukan sebagai langkah awal membangun gudep yang lebih hidup, produktif, dan ramah lingkungan. Pusat kegiatan dipusatkan di area kebun ketahanan pangan sekolah, yang sejak awal diproyeksikan menjadi ruang edukatif berbasis praktik nyata.
Tahap pertama dimulai dengan pembersihan menyeluruh pada Lahan Pertama. Di area ini, rumput liar dan tanaman tidak produktif menjadi tantangan utama, sehingga para anggota fokus melakukan penyiangan, pengangkutan gulma, dan pembenahan batas lahan. Pembersihan ini dilakukan secara terstruktur agar lahan siap untuk tahap penanaman berikutnya. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi anggota untuk belajar bagaimana sebuah lahan dapat kembali produktif jika dirawat dengan benar.
Pada hari berikutnya, kegiatan berlanjut ke Lahan Kedua yang kondisinya lebih padat dan memerlukan tenaga lebih banyak. Di sini, anggota gudep menata jalur akses, membersihkan material organik yang menumpuk, serta merapikan area yang berpotensi menjadi titik genangan air. Lahan Kedua kemudian dijadikan ruang pengembangan tanaman tambahan agar area ketahanan pangan memiliki keberagaman tanaman yang lebih baik.
Setelah kedua lahan utama dibersihkan, rangkaian kegiatan masuk ke tahap pemeliharaan lanjutan. Tanah digemburkan, sirkulasi tanah diperbaiki, dan dedaunan yang sempat kembali jatuh juga dibersihkan. Pada fase ini, beberapa tanaman produktif mulai ditanam sebagai langkah awal revitalisasi ruang hijau. Tahap ini memberikan pengalaman langsung kepada anggota mengenai pentingnya perawatan tanah sebelum proses penanaman dilakukan secara besar-besaran.
Selain pembersihan dan perawatan, kegiatan ini menekankan pentingnya kerja kolektif. Setiap anggota memiliki peran, mulai dari pengangkutan sampah organik, penataan tanaman, penyiraman, hingga dokumentasi. Kolaborasi ini membuat seluruh kegiatan berjalan tertib dan efisien. Lebih dari itu, kerja sama ini menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekolah.
Selama proses kegiatan berlangsung, anggota gudep juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya keberlanjutan. Mereka belajar bagaimana sebuah lingkungan yang tampak sederhana seperti kebun sekolah dapat berdampak besar bagi edukasi, kesehatan, hingga kenyamanan seluruh warga sekolah. Nilai-nilai ini kemudian menjadi dasar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan.
Menjelang akhir challenge, seluruh area yang telah ditangani diperiksa kembali untuk memastikan bahwa setiap bagian lahan telah bersih, tertata, dan siap digunakan dalam kegiatan penghijauan berikutnya. Evaluasi dilakukan bersama pembina untuk mencatat setiap perkembangan sekaligus menentukan langkah-langkah lanjutan yang perlu dilakukan dalam perawatan berjangka.
Penutupan Challenge 1 menjadi momen reflektif bagi seluruh anggota. Dengan terselesaikannya rangkaian kegiatan ini, Pramuka SMAN 1 Kenduruan berhasil memulai Gerakan Hijau Besar-Besaran secara kokoh. Lahan kini kembali hidup, tertata, dan siap berkembang menjadi pusat pembelajaran lingkungan bagi seluruh warga sekolah. Challenge ini menjadi pijakan kuat untuk memasuki kegiatan lanjutan pada challenge berikutnya.
Penulis: Annisa Nurrohmah
