Surabaya, 30 November 2025 – Gelora kepedulian terhadap iklim berhasil dibuktikan oleh Gerakan Pramuka Gugus Depan Kota Surabaya 09.025–09.026 melalui serangkaian aksi nyata selama 21 hari penuh, dari 10 hingga 30 November 2025. Gerakan masif yang melibatkan lebih dari 350 peserta didik dari kelas 1 hingga 6, didukung oleh para pembina dan orang tua ini, dilatarbelakangi oleh komitmen mendalam terhadap Scouts for SDGs (Sustainable Development Goals). Aksi ini dirancang sebagai tiga tantangan berurutan yang menitikberatkan pada solusi praktis untuk persoalan lingkungan di gugus depan.
Challenge pertama, “Hijaukan Gudepku” (10–16 November), dijalankan dengan intensitas tinggi. Setiap hari, para pramuka melakukan aksi berbeda, dimulai dari pemetaan lokasi, operasi hijau, hingga perawatan taman di Balai RW binaan. Aksi puncaknya, “Menanam Bersama” pada hari kelima, berhasil menghijaukan 15 titik baru di sekitar sekolah dan lingkungan Lapangan Bhaskara yang berada di depan sekolah dengan ratusan bibit tanaman juwet dan bibit bayam. Partisipasi aktif tidak hanya dari siswa, tetapi juga melibatkan warga sekitar, menciptakan kolaborasi yang harmonis antara sekolah dan komunitas.
Memasuki Challenge 2: “Jaga Setetes Air” (17–23 November), fokus aksi diperluas. “Water Saver Warriors” yang terdiri dari 25 siswa terpilih menjadi satgas yang bertugas memonitor keran air sekolah setiap hari selama periode challenge. Kampanye hemat air mereka menjangkau tidak hanya sesama siswa melalui mading, tetapi juga orang tua melalui media sosial. Aksi “Panen Air Hujan” berhasil mengisi 8 galon dengan kapasitas total 15 liter, yang kemudian dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, mengurangi ketergantungan pada air PDAM hingga 30% selama seminggu pelaksanaan.
Challenge ketiga, “Gudep Tanpa Sampah” (24–30 November), mungkin menjadi yang paling transformatif. Aksi “Satu Pramuka Satu Ecobrik” berhasil mengumpulkan 216 ecobrik yang disetor secara berkala, mengalihkan ratusan botol plastik dari tempat pembuangan akhir. Manfaat langsung dirasakan oleh para siswa yang kini lebih sadar untuk membawa wadah makan dan tumbler, mengurangi sampah plastik sekali pakai di sekolah hampir 80% selama masa tantangan. Ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekitar juga mendapat manfaat dari “Sharing Session Mengolah Sampah”, di mana mereka belajar memanfaatkan kerajinan daur ulang yang memiliki nilai ekonomis.
Lebih dari sekadar aksi fisik, rangkaian kegiatan ini adalah sekolah kehidupan. Nilai-nilai seperti kepemimpinan, kerja sama tim, kreativitas, dan tanggung jawab tumbuh subur. Para pramuka belajar bahwa menyelamatkan bumi bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memilih untuk tidak menggunakan sedotan plastik atau memanfaatkan air cucian beras. Seorang peserta, Amora, berbagi refleksinya, “Awalnya berat membawa botol minum sendiri, tapi sekarang jadi kebanggaan. Ternyata kita bisa kok hidup dengan menghasilkan sampah yang lebih sedikit.”
Meski sukses, tim Alazka Scouting menyadari masih ada hal yang perlu ditingkatkan, seperti partisipasi yang belum 100% merata dari seluruh anggota dan kebutuhan untuk pemantauan jangka panjang atas tanaman yang telah ditanam. Untuk memastikan keberlanjutan, Alazka Scouting berkomitmen untuk:
- Membentuk Tim Lingkungan Permanen: “Climate Hero” yang akan melanjutkan misi satgas air dan sampah.
- Program Pemantauan Berkala: Melakukan evaluasi bulanan terhadap lubang biopori, taman, dan penggunaan ecobrik.
- Memperluas Jejaring: Berkolaborasi lebih intens dengan pengurus RW dan kelurahan untuk mereplikasi aksi serupa di tingkat yang lebih luas.
- Festival Lingkungan Tahunan: Merencanakan event tahunan untuk memamerkan hasil karya daur ulang dan berbagi praktik terbaik kepada masyarakat.
Dengan ditutupnya tantangan 21 hari ini, Alazka Scouting tidak hanya meninggalkan jejak hijau dan biru, tetapi juga telah menanamkan benih kesadaran yang akan terus tumbuh. Mereka telah membuktikan bahwa Pramuka bukan hanya tentang tali-temali dan berkemah, tetapi tentang menjadi pahlawan sehari-hari yang dengan gagah berani menjawab tantangan zaman untuk masa depan bumi yang lebih baik.
